Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho (pakaian dinas) didampingi Walikota Medan Dzulmi Eldin (sebelah kiri) memberikan kesempatan kepada terduga Pelaku (Pakai Sebo) untuk memberikan keterangan dalam acara paparan di Polrestabes Medan, Senin (17/4) Siang.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho (pakaian dinas) didampingi Walikota Medan Dzulmi Eldin (sebelah kiri) memberikan kesempatan kepada terduga Pelaku (Pakai Sebo) untuk memberikan keterangan dalam acara paparan di Polrestabes Medan, Senin (17/4) Siang.


Medan | rakyatmedan.com
Diduga melakukan tindakan penistaan agama Islam dengan menghina sosok Nabi Muhammad SAW melalui media sosial (Medsos) akun facebooknya, seorang pengusaha bernama Anthony Hutapea alias AH (61), di ringkus pihak Polrestabes Medan, Minggu (16/4) malam, di Cafe Smartco Jalan Setia Budi, Medan.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini AH mendekam di sel tahanan Polrestabes Medan.

Dalam paparannya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, AH ditangkap setelah membuat postingan kalimat penghinaan di Akun Facebooknya. Sehingga membuat masyarakat resah karena postingan itu.

“Tersangka AH menistakan agama Islam di media sosial sehingga meresahkan Umat Islam. Polisi bersama jajaran, mengatensi kasus ini dan bertindak cepat menindaklanjuti kasus itu,” kata Sandi di Mapolrestabes Medan, Senin (17/4).

Sandi juga mengingatkan kepada masyarakat, bahwa Polrestabes Medan akan menindak tegas setiap pelanggar hukum. Tersangka AH terancam dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 156 huruf a KUHP.

“Ini menjadikan pelajaran bagi kita. Siapapun yang melanggar hukum, akan ditindak. Kami mohon masyarakat dan ormas Islam untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof H Mohammad Hatta berjanji akan mengawal kasus ini.

Dia ingin masyarakat mendapat keadilan. Mohammad Hatta juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan upaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah masyarakat.

“Kasus ini sangat sensitif, sehingga bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Kita ingin polisi menangani kasus serupa yang marak di medsos. Kita minta masyarakat percayakan kasus ini pada polisi. Jadi jangan terpancing dengan perilaku orang tak sehat,” tandasnya. (rm/mdns)

portal berita medan
informatif & terpercaya