Presiden saat akan memimpin Rapat Terbatas bahas evaluasi program provinsi DI Yogyakarta di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4). (Foto: Humas/Jay)
Presiden saat akan memimpin Rapat Terbatas bahas evaluasi program provinsi DI Yogyakarta di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4). (Foto: Humas/Jay)


Jakarta | rakyatmedan.com
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan kota pendidikan dan budaya, diyakini mampu menjadi tempat berkembang pesatnya industri jasa dan kreatif di dalamnya.

Keyakinan inilah yang disampaikan Presiden saat menggelar rapat terbatas mengenai pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di DIY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4) siang.

Dalam arahannya, perkembangan perekonomian tiap-tiap daerah disebutnya tidaklah sama. Keunikan dan kondisi yang dimiliki masing-masing daerah memungkinkan rute pengembangan perekonomian daerah yang berbeda pula. Bagi daerah yang kaya akan sumber daya alam, maka daerah tersebut memiliki potensi besar untuk mulai bergerak ke arah industri pengolahan. Sebaliknya, daerah harus berfokus pada pengembangan sektor industri berbasis jasa dan kreativitas.

"Daerah-daerah yang tidak memiliki sumber daya alam yang berlimpah, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, justru harus fokus untuk mengembangkan sektor industri yang berbasis nonsumber daya alam seperti industri jasa dan industri kreatif. Saya yakin di masa yang akan datang, sektor industri jasa dan industri kreatif juga akan bisa menghasilkan lompatan kemajuan bagi perekonomian daerah karena sektor ini lebih mengandalkan inovasi teknologi," ujar Presiden.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo meminta pemerintah DIY untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor industri tersebut.

Presiden juga berpendapat bahwa kunci keberhasilan dari pengembangan industri jasa dan kreatif adalah keberanian untuk berinvestasi pada sumber daya manusia. Hal tersebut tentunya dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur yang juga gencar dilakukan.

"Jadi, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun infrastruktur sosial dan infrastruktur budaya," tuturnya. (rm/setkab)

portal berita medan
informatif & terpercaya