Mendagri Tjahjo Kumolo.
Mendagri Tjahjo Kumolo.

Jakarta | rakyatmedan.com
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berpesan agar kepala daerah terpilih hasil pilkada serentak bisa menjaga keutuhan dan kondusifitas daerah jelang pesta demokrasi yang digelar pada Juni 2018 mendatang.

Kunci semua itu, kata Tjahjo adalah stabilitas. Ia meminta agar kepala daerah bisa berkomunikasi dengan baik dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setiap kali mengambil putusan kebijakan politik di daerah.

“Ini harus dicermati dengan baik. Kalau jaman Pak Soeharto dulu, ‘gelas pecah’ bisa segera dideteksi. Jangan sampai suasana di DKI Jakarta (Pilgub) menjadi terulang di daerah lain saat Pilkada 2018,” kata Mendagri Tjahjo di Kantor BPSDM Kemendagri, Senin (22/5).

Menurut dia, ada pihak yang awalnya sengaja ingin merusak kebersamaan dan kerukunan bangsa Indonesia. Kondisi ini harus disikapi dengan baik. Tjahjo menambahkan, jajaran pemerintah daerah (Pemda) terus berkordinasi dengan Forkompinda dan tokoh-tokoh di sana.

Ia juga berpesan agar kepala daerah yang akan maju dalam kontestasi pilkada serentak ke depan lebih arif dan bijak saat bersinggungan langsung dengan masyarakat. Contohnya kasus Gubernur nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang divonis bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Saya titip pesan, jangan urus rumah tangga orang. Apalagi kalau ini soal keyakinan dan agama,” tambah Mendagri Tjahjo.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan arahan dalam Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2015 di BPSDM Kemendagri. (rm/kemendagri)

portal berita medan
informatif & terpercaya