Seminar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Seminar Nasional Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan Club Cb Medan (CCM) di Aula Dispora-Sumut, Minggu (11/6).

Medan | rakyatmedan.com
Seminar Nasional Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Tahun 2004 (DPRD-Sumut), H Abdul Wahab Dalimunthe di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Dispora-Sumut), menuai kesan negatif, Minggu (11/6/2017). Pasalnya, acara tersebut seharusnya berjalan lancar sembari membahas pentingnya mengenai 4 Pilar Kebangsaan.

Namun, kegiatan yang diselenggarakan Club Cb Medan (CCM) itu, ternyata hanya sekedar merayakan hari jadinya, sembari menggelar seminar itu. Salah seorang peserta seminar, menilai Panitia Pelaksana (Panpel) terkesan asal menyelenggarakan acara.

“Acaranya bagus. Tapi sayang, panitia tidak serius membahas apa itu yang dimaksud dengan 4 Pilar Kebangsaan,” kata salah seorang peserta, Zainuddin Aziz, Minggu (11/6/2017) malam.

Tidak hanya itu, kegiatan yang dihadiri sekitar 87 peserta itu tampak seperti dimanipulasi. Hal ini dapat dinilai dari paparan spanduk yang harusnya dilaksanakan pada Tanggal 12 Juni mendatang, Sehingga dapat disampaikan acara fiktif.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arif Kamari saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler tidak menjawab. Bahkan, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp, Arif juga tak menjawab.

Dalam seminar, Abdul Wahab yang berkesempatan membagikan wawasannya mengenai 4 Pilar Kebangsaan mengatakan, sebagai warga negara yang baik, hendaknya tidak mudah termakan isu yang bertujuan desktruktif. Sebab, melihat kondisi negara saat ini, ditambah lagi dengan para pengguna media sosial yang tak jarang menyebar informasi hoax, perpecahan akan semakin nyata di depan mata.

Seminar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Berubah Perayaan Ultah CCM
Uang yang di berikan kepada peserta Rp. 40.000

“Jangan mau percaya dengan isu-isu yang bertujuan memecah-belah bangsa, apalagi banyak warga negara pengguna media sosisal, karena kita tahu di media sosial orang-orang bebas dan dengan mudah menyampaikan berita hoax,” ujar mantan Anggota Komisi II DPR-RI itu.