Pedangdut Saipul Jamil terancam dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi
Pedangdut Saipul Jamil.

Saipul Terancam Kasus Suap Panitera PN Jakut
rakyatmedan.com
Pedangdut Saipul Terancam Kasus Suap Panitera PN Jakut terancam dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi. Hal ini lantaran uang sebesar Rp 250 juta yang disita KPK dari tangan Rohadi diduga bersumber dari kantong Saipul agar mendapat vonis ringan atas perkara pelecehan seksual yang ditangani PN Jakut.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyatakan, tak menutup kemungkinan untuk menjerat Ipul, sapaan Saipul sebagai tersangka kasus ini. Meski demikian, Basaria menyatakan, penetapan tersebut dilakukan setelah tim penyidik mendalami dan memeriksa Ipul terlebih dahulu.
"Nanti penetapan (Ipul sebagai) tersangkanya. Nanti penyidik akan melakukan pemeriksaan dulu kepada yang bersangkutan akan koordinasi untuk menghadirkan yang bersangkutan," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/6).
Basaria membenarkan dari pemeriksaan sementara uang suap sebesar Rp250 juta yang disita Tim Satgas KPK dari Rohadi bersumber dari kantong Ipul. Bahkan, Ipul sampai menjual rumah untuk dapat menyuap Rohadi.
"Sumber uang suap sementara memang dari terdakwa SJ (Saipul Jamil). Informasinya dia sampai menjual rumahnya untuk melakukan ini. Tapi sampai saat hal ini masih dilakukan pengembangan," ungkapnya.
Dalam persidangan di PN Jakut, Saipul dituntut Jaksa dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda 100 juta lantaran melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak juncto Pasal 290 juncto Pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul. Namun, dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (14/6), Mahelis Hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap Saipul Jamil dengan jeratan Pasal 292 KUHP.
"Kemudian (Saipul Jamil) menginginkan pengurangan dan hasilnya putusan 3 tahun penjara dan pasal yang diberikan adalah Pasal 292," ungkap Basaria.
Diberitakan, dalam OTT pada Rabu (15/6) kemarin, tim Satgas KPK menangkap tujuh orang. Dari hasil pemeriksaan terdapat empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi dan Samsul Hidayatullah yang diketahui kakak dari pedangdut Saipul Jamil serta dua pengacara Saipul Jamil yang bernama Berthanatalia Ruruk Kariman, dan Kasman Sangaji.
Rohadi diduga menerima uang suap sebesar Rp250 juta dari Samsul, Berthanatalia, dan Kasman terkait perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menjerat Saipul Jamil sebagai terdakwa.
Atas perbuatannya, Rohadi disangka melanggar Pasa 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara Berthanatalia, Kasman, dan Samsul disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Selain empat orang yang telah ditetapkan tersangka ini, dalam OTT kemarin, KPK juga mengamankan tiga orang lainnya, yakni Panitera Pengganti PN Jakut, Dolly Siregar dan dua sopir. Namun, setelah diperiksa intensif ketiga orang tersebut dipulangkan. "Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan keterangannya dalam pengembangan penyidikan akan dipanggil kembali," katanya.

Portal berita medan informatif & terpercaya