Pilkada 2018, Jokowi Ingatkan Jangan Saling Mencela dan Menjelekkan

50
Foto: Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum, di Gedung B Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) .

Kupang | rakyatmedan – Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 171 daerah di seluruh Indonesia pada 2018 ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, jangan sampai karena perbedaan pilihan politik antar teman menjadi pecah.

“Enggak boleh. Antar tetangga menjadi tidak berbicara, tidak boleh. Antar kampung menjadi terbelah, juga tidak boleh,” kata Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum, di Gedung B Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1).

Kepala Negara menegaskan, inilah demokrasi yang telah kita sepakati. Ia mempersilakan memilih pemimpin, memilih politik yang paling baik yang ada di kabupaten, kota, provinsi, atau yang lebih tinggi lagi juga pilihlah presiden yang paling baik. Namun ia mengingatkan, setelah ‘nyoblos’ ya saudara lagi.

“Jangan sampai kita memelihara kebencian atau mencela satu dengan yang lain, saling menjelekkan satu dengan yang lain. Kita tidak menyadari bahwa kita semuanya adalah saudara setanah air. Hanya gara-gara pilihan politik menjadi terpecah, terbelah, tidak boleh,” tegas Presiden Jokowi.

Saat menyampaikan kuliah umum yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (rm/red)