Yasasan Soposurung Harapkan Izin Penerimaan Siswa Baru SMA 2 Balige Dipercepat

52
Foto: Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhazijah SH.MHum saat menerima audiensi Pemrakarsa Yayasan Soposurung dan juga Mantan Menpan Tiopan Bernhard (TB) Silalahi, di ruang kerjanya lantai 9 kantor Gubernur Jalan Dipenegoro Medan, Selasa (16/1).

Medan | rakyatmedan – Yayasan Soposurung (Yasop) yang merupakan pengurus dari SMA 2 Negeri Balige ini berharap agar sekolah unggulan tersebut diizinkan membuka pendaftaran siswa/siswi baru, yang tujuannya agar siswa dapat menjaring calon yang benar-benar berkualitas dan berprestasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhazijah SH.MHum saat menerima audiensi Pemrakarsa Yayasan Soposurung dan juga Mantan Menpan Tiopan Bernhard (TB) Silalahi, di ruang kerjanya lantai 9 kantor Gubernur Jalan Dipenegoro Medan, Selasa (16/1).

Wagubsu yang saat itu didampingi Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan TB Silalahi didampingi sejumlah pengurus Yosap di antaranya Rendy Tampubolon, Mekar Sinurat dan Dwi Juni S.

Kata Wagubsu, sejak SMA/SMK berada dinaungan Pemprovsu sejak tahun 2017 lalu, otomatis semua administrasi hingga penerimaan siswa melalui berbasis komputer yang tujuannya untuk menjaring siswa benar-benar berprestasi dan unggul.

Mengenai SMA 2 Negeri Balige yang rencananya melakukan penerimaan siswa lebih awal (bulan Februari 2018), Wagubsu berharap agar prosedurnya tidak keluar dari program Pemerintah Provinsi Sumut, agar siswa/siswi yang diterima sesuai prosedur dan berprestasi.

Hal ini tidak menjadi permasalahan bagi TB Silalahi sebagai Pemrakarsa Yayasan Soposurung, menurutnya dengan terjaringnya siswa/siswi yang berprestasi akan menjadi siap mengikuti setiap pelajaran yang diberikan dan memang tidak sama dengan sekolah umumnya.

“Di sekolah ini kita tak hanya memberi pendidikan juga membentuk siswa pintar juga memiliki karakter,” ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui, jelas TB Silalahi, meski SMA 2 Negeri Balige tapi sekolah yang didirikan pada 1991 dan Yasop dapat diibaratkan mata uang, dua sisi yang berbeda tapi satu tujuan dalam menyelenggarakan pendidikan nasional.

“Satu sekolah dua sisi. Satu sisi sekolah milik pemerintah, satu lagi milik swasta Soposurung,” jelasnya.

Tak hanya itu Yasop juga tak kalah hebat kata TB Silalahi, setelah 26 tahun beroperasi, hasilnya sangat membanggakan. Seluruh lulusan sekolah tersebut berhasil lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN di antaranya UI, ITB, ITS, UNPAD, UNDIP, UNAIR, USU, UGM, dan PTN favorit lainnya.

Tak hanya itu, beberapa beasiswa juga menghampiri lulusan Yasop. Seperti Tunghai University Taiwan bersedia memberikan beasiswa untuk kuliah di sana. Tidak tanggung-tanggung, mereka memberikan gratis beasiswa kuliah dari S-1 hingga S-3. (rm-04)