Diadili Karena Jajakan Wanita via Medsos, Ando Bilang Begini ke Majelis Hakim

55
Foto: Terdakwa kasus prostitusi online, Ando Sidabutar (18) saat disidangkan di ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/1) sore.

Medan | rakyatmedan – Terdakwa kasus prostitusi online, Ando Sidabutar (18) mengaku bukan kemauannya sendiri untuk menjajakan ketiga temannya di media sosial (Medsos) facebook miliknya.

Hal itu dikatakannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Fahren dalam sidang yang digelar di ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/1)
sore.

“Mereka bertiga ini teman SMA saya dulu yang mulia. Karena memang sudah berteman, saya sering selfi bersama mereka dan memposting foto kami di facebook. Di kolom komentar banyak yang tanya mereka dan menjurus kesana. Terus saya tanya sama ketiganya, ada yang tawar mereka. Mereka malah dengan senang hati bilang mereka mau yang mulia,” ujar terdakwa Ando.

Pria kemayu ini juga mengaku, baru pertama kali ‘menjual’ teman-temannya. Ketiga temannya itu yakni, P (17), F (18) dan T (18) di dunia maya. Ando tidak beruntung, belum lagi Ando sempat menikmati uang itu, dirinya sudah terlebih dahuku ditangkap. Karena ternyata yang memesan jasa ketiganya adalah petugas Polda Sumut.

“Kalau berhasil rencananya untuk saya sebesar Rp300 ribu. Mereka ini tarifnya kalau berkisar Rp1,5 juta sampai Rp3 juta. Sebelumnya juga mereka ini sudah sering menemani pria tua yang mau memakai jasa mereka,” bebernya Ando.

Mendengar keterangan seperti itu, majelis hakim kemudian mencercanya dengan pertanyaan yang sedikit nyeleneh. “Masih banyak lagi koleksi mu?,” tanya majelis hakim dengan tertawa.

Menjawab pertanyaan majelis hakim itu, terdakwa Ando langsung tersipu malu. “Tidak ada lagi yang mulia. Semua cuma teman,” jawabnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menutup persidangan dan akan melanjutkannya kembali pekan depan. (rm-06)