Ilustrasi
Ilustrasi

Tujuh Anggota DPRD Sumut Ditetapkan Sebagai Tersangka
Medan | rakyatmedan.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dugaan gratifikasi di era kepemimpinan Gubernur Sumut periode 2009 - 2014, Gatot Pujo Nugroho (GPN). Tujuh anggota DPRD Sumut itu adalah Muhammad Affan, Budiman P Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami HS, Zulkifli Husein dan Parluhutan Siregar. Mereka akan diperiksa lembaga antikorupsi itu, Senin (20/6).
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyampaikan, anggota DPRD sumut yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah periode 2009 - 2014 dan 2014 - 2019. Mereka akan diperiksa di Markas Brimob Sumut.
"Mereka diduga meneruma hadiah dari GPN terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Anggaran Tahun 2012, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2013," ujarnya.
Selain itu, ketujuh tersangka diduga menerima hadiah dalam pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2014, pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2015.
"Mereka juga diduga menerima hadiah dari persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2014, penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015," katanya.
Menurutnya, ketujuh tersabgka itu melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang sudah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 64 ayat (1) jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Portal berita medan informatif & terpercaya