Buronan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Ditangkap di Pasar Malam

37
Foto: Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berhasil mengamankan Edi Hanafi, terpidana yang menjadi buronan atas kasus penipuan jual beli tanah. Edi ditangkap di Jalan Mariendal, Dusun VII, Kelurahan Mariendal, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Sabtu (3/2) sore.

Medan | rakyatmedan – Edi Hanafi, terpidana yang menjadi buronan atas kasus penipuan jual beli tanah ditangkap Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jalan Mariendal, Dusun VII, Kelurahan Mariendal, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Sabtu (3/2) sore.

Penangkapan Edi Hanafi dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian. Edi Hanafi ditangkap saat berada di lokasi pasar malam kawasan Mariendal Medan.

“Hari ini tim intelijen Kejatisu menangkapnya (Edi Hanafi), sekitar pukul 18.00 sore tadi. Lokasinya di Jalan Mariendal,” ucap Sumanggar saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (4/2).

Dikatakan Sumanggar, buronan Edi Hanafi merupakan terpidana yang sudah dihukum 2 tahun penjara sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 23 Januari 2016.

“Kapasitasnya sebagai terpidana, dalam amar putusannya Mahkamah Agung sudah menghukumnya dengan kurungan 2 tahun penjara. Dia merupakan terpidana kasus penggelapan,” ungkap Sumanggar.

Dijelaskannya, Edi Hanafi sudah diburon sejak 2016 lalu. Tahun 2015, Edi Hanafi divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan penggelapan jual beli tanah. Namun, Edi tidak terima hingga ia melakukan banding, hingga akhirnya banding Edi sampai ke Mahkamah Agung.

“Perkaranya ini perkara penggelapan, tepatnya penggelapan terkait masalah penjualan tanah. Dia dipercaya dan diberi kuasa untuk menjualkan tanah, tapi uangnya justru dia (Edi Hanafi) gelapkan,” beber Sumanggar.

Disebutkan Sumanggar, sesaat setelah tertangkap, buronan Edi Hanafi segera dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjunggusta Medan.

“Tadi kita sudah menyerahkannya langsung ke Kejari Medan dan berkoordinasi lewat Kasi Intel Erman Syahrudianto agar terpidana itu langsung dieksekusi ke Rutan Tanjunggusta untuk dipenjara,” tutup Sumanggar. (rm-06)