Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe. (rakyatmedan.com | alfatih)
Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe. (rakyatmedan.com | alfatih)


Setiap Bulan 5.000 Unit Mobil Masuk dari Belawan
Medan | rakyatmedan.com
Anggota DPRD Kota Medan dari daerah pemilihan (Dapil) V Medan Utara, Mulia Asri Rambe mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan bahwa ada sebanyak 5.000 unit mobil setiap bulannya masuk melalui Pelabuhan Belawan.
Ini artinya apa ? kata Mulia Asri Rambe atau lebih dikenal dengan sebutan Bayek tersebut, agar seluruh pihak baik dari DPRD Kota Medan ataupun instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan agar mengawal terhadap Perda (peraturan daerah) tentang lalulintas dan angkutan jalan Kota Medan yang seharusnya telah dijadwalkan pengesahannya pada, Senin (20/6) dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan, hanya saja tidak dihadiri Walikota Medan Dzulmi Eldin tersebut.
“Kami ingin sampaikan, mari sama-sama tegakan dan mengawal Perda ini. Jangan sampai tak ada manfaatnya, kemudian agar Pemko membatasi masuknya kendaraan baru itu,” kata Bayek pada rakyatmedan.com seusai rapat paripurna di DPRD Kota Medan.
Dijelaskan politisi dari Partai Golkar tersebut, terus bertambahnya jumlah kendaraan di Kota Medan, khususnya untuk kendaraan roda empat (mobil) bahkan saat ini angkanya sudah mencapai 2.708.511 unit. ”Ini kita anggap sudah tak memadai dengan kondisi panjang jalan Kota Medan yang hanya 3.191,5 meter,” paparnya.
Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, dengan jumlah kendaraan roda empat seperti itu, maka akan terjadi penumpukan diruas jalan yakni bisa membentuk lapis 3. “Bagaimana pula dengan penambahan mobil setiap bulannya yang masuk dari Belawan minimal 5.000 unit tadi,” serunya.
Bayek yang tergabung di Komisi A DPRD Kota Medan tersebut menambahkan, melalui penerbitan perda baru dari lalulintas dan angkutan jalan Kota Medan diharapkan mampu memperbaiki permasalahan lalulintas selama ini. Dan, pada jalur-jalur macat, tindakan pengemudi yang selalu menyalip kendaraan lain serta masih banyaknya ditemui parker lapis 3. ”Kita mau itu segera ditindak atau ditilang, tapi sayangnya perda ini cuma mengatur retribusi saja,” tegasnya. (rm-04)

Portal berita medan informatif & terpercaya