enko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani
enko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Pemerintah Percepat Revitalisasi Pendidikan Vokasional
rakyatmedan.com
Pemerintah akan mempercepat upaya revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasional dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar lebih profesional guna menghadapi persaingan bebas, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Terkait hal itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, memimpin rapat koordinasi tingkat menteri mengenai Revitalisasi Pendidikan Vokasional khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Kamis (23/6).
Rakor ini dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.
Puan mengatakan, rakor ini merupakan hasil tindak lanjut rapat-rapat sebelumnya yang bertujuan merumuskan kebijakan peningkatan kualitas tenaga kerja. Hasil dari beberapa kali rapat adalah kesepakatan bahwa Inpres Revitalisasi SMK seharusnya disempurnakan dan mencakup masalah pendidikan vokasional. "Maka, sesuai arahan Presiden dan hasil rekomendasi rakor sebelumnya antara Menko PMK, Menko Maritim dan Menko Perekonomian pada 2 Januari 2016, bahwa Inpres Revitalisasi SMK akan dipercepat," kata Puan.
Inpres Revitalisasi SMK tersebut mengagendakan sejumlah tugas bagi kementerian dan lembaga terkait sesuai fungsinya. Di antaranya, membuat peta jalan pengembangan SMK, penyusunan proyeksi jenis kompetensi dan lokasi industri, penyempurnaan kurikulum, peningkatan pendidik dan tenaga kependidikan, dan kemudahan layanan pendidikan SMK serta SMK unggulan berbasis potensi daerah.
Selain itu, revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), kerja sama dengan pemda, kementerian atau lembaga, dan dunia usaha. Pengembangan bengkel kerja dan infrastruktur, kemudahan akses magang, kemudahan praktik kerja balai latihan kerja (BLK), peningkatan akses akreditasi SMK, sertifikasi, dan sebagainya.
Adapun Revitalisasi Politeknik dan Akademi mengagendakan upaya peningkatan daya tampung, kualitas sarana dan prasarana, kerja sama industri, penajaman kurikulum, sertifikasi dan akreditasi. Untuk revitalisasi pendidikan tenaga kerja non-pfofesional, agendanya adalah revitalisasi BLK dan magang bersertifikasi.
“Peta jalan itu dapat selesai dalam waktu 3 sampai 4 bulan ke depan. Semoga anak muda bangsa siap menjawab tantangan dunia kerja ke depan untuk menjadi tenaga-tenaga terampil dan profesional,” kata Puan.
Rakor tingkat menteri hari ini fokus membahas berbagai upaya untuk enam bulan ke depan menghadapi APBN-Perubahan 2016 dan meminta tanggapan Kemristek Dikti sebagai leading sector untuk menyiapkan Inpres Akselerasi Pendidikan Vokasional (politeknik) untuk jenjang D1,D2, D3, D4, dan Akademi Komunitas. Selain itu, rakor juga mendengarkan informasi ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja setiap sektor di semua wilayah dari Kemnaker dan laporan perkembangan terkini pendidikan vokasional khususnya SMK di seluruh Tanah Air oleh Kemdikbud.

sp

Portal berita medan informatif & terpercaya