Pekerja Depot Air Kritis Ditikam Preman Kampung

Pekerja depot air, Rudi Hartono.
Pekerja depot air, Rudi Hartono.

Pekerja Depot Air Kritis Ditikam Preman Kampung

Medan | rakyatmedan.com
Seorang pekerja depot air, Rudi Hartono (16) warga Jalan Pembangunan III Medan Timur, kritis ditikam oleh preman kampung di Kawasan Jalan Karantina Medan Timur, Selasa (30/8) malam lalu.

Ketika disambangi di Rumah Sakit Imelda Jalan Bilal Medan, Jumat (2/9), abang kandung korban, Bustami (25) menceritakan, seperti biasa adiknya bekerja di depot air Jalan Bukit Barisan Medan.

Saat asik bekerja, seorang lelaki yang diketahui bernama Ari Jengkol menghubungi water tempatnya bekerja untuk memesan air.

“Diteloon mau pesan air,” kata Bustami di samping adiknya yang masih terbaring di ruang 511 kasuari Rumah Sakit Imelda.

Lanjut dia mengatakan, setelah mendapatkan pesanan itu, rekan korban bernama Alif pun mengantarkan air ke Jalan Karantina Medan.

“Maksudnya mau ngantar air, rupanya rumah yang memasan air itu tutup (kosong tanpa huni),” terang Bustami.

Ketika di depan rumah kosong tersebut, pemesan air itu Ari Jengkol menyambanginya. “Si Ari Jengkol itu pura-pura minjam handpone si Alif dengan alasan untuk menghubui pemilik rumah kosong itu,” sebutnya.

Namun, Ari Jengkol pergi begitu saja sambil membawa handpone milik Alif. “Pura-pura nelpon, tiba-tiba pergi kabur,” ungkapnya.

Alif pun memilih balik ke tempat kerjanya dan melaporkan kejadian itu kepada teman-teman sekerjanya yang salah satunya Rudi Hartono. “Begitu mendengar cerita Alif, rekan-rekannya termasuk adik saya mencari orang yang mengambil handpone itu,” terang dia.

Namun sial bagi Rudi Hartono, ketika bertemu dengan para preman kampung itu, dirinya malah ditikam pakai pisau oleh seorang rekan-rekan Ari Jengkol hingga kritis.

“Padahal niat adik saya mau mengambil handpone, rupanya begitu jumpa, seorang rekan Ari Jengkol menikam perut adik saya,” akunya.

Begitu korban terkapar bersimbah darah, para preman kampung itupun langsung melarikan diri. Sedangkan Rudi Hartono kemudian dibawa ke Rumah Sakit Imelda oleh rekan-rekannya. “Sudah dua hari kritis, baru hari ini dipindahkan dari ruang IGD,” ungkapnya.

Begitu mendapatkan kabar kalau adiknya kena tikam hingga kritis, keluarga korban pun melihat kondisinya di rumah sakit. Kemudian dirinya pun membuat laporan ke Polsek Medan Timur. “Saya ke rumah sakit dulu, habis itu saya sendiri yang buat laporan ke Polsek,” sebut Bustami.

Dirinya meminta kepada Polsek Medan Timur agar segera menangkap pelaku penikaman Rudi Hartono. “Belum juga ditangkap sampai sekarang. Kami (keluarga) mau agar pelaku segera ditangkap. Soalnya saya dapat kabar kalau pelaku masih berkeliaran bebas,” minta dia.

Bustami menambahkan, semenjak laporan itu, pihak kepolisian belum ada menjumpai adik saya untuk memintai keterangan. “Seperti tidak ditanggapi gitu,” ucapnya.

Dari pantauan di rumah sakit, korban masih terbaring sambil menahan rasa sakit luka tusuk di perutnya. Hingga kinipun korban belum bisa banyak bicara lantaran masih sakit.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu MS Ginting mengatakan masih akan mengecek soal laporan pengaduan tersebut. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya