Pelaku Teror Bom Gereja Stasi St Yosep Korban Penyalahgunaan Teknologi

Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur No. 75 Medan, Minggu (28/8). (foto Istimewa)
Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur No. 75 Medan, Minggu (28/8). (foto Istimewa)

 

Pelaku Teror Bom Gereja Stasi St Yosep Korban Penyalahgunaan Teknologi

Medan | rakyatmedan.com
IAH (17), pelaku teror bom di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang, merupakan korban penyalahgunaan teknologi.

“Jadi IAH korban kemajuan teknologi. Hal itu bisa dilihat dari pengakuannya dapat membuat rakitan peledak melalui internet,” terang Rina Sitompul yang juga kuasa hukum IAH, Jumat (2/9).

Rina mengungkapkan, dalam penanganan kasus hukum IAH seharusnya didampingi kedua orangtuanya. Sebab, IAH masih berusia di bawah umur.

“Untuk penetapan pasalnya ditetapkan kepada IAH tidak tepat. Seharusnya polisi mengedepankan pasal tentang perlindungan anak,” ungkapnya saat ini tim kuasa hukum dari Peradi masih menunggu hasil penyelidikan kasus teror bom tersebut.

Selain itu, Rina menambahkan seharusnya IAH dipindahkan ke Lapas Anak Tanjung Gusta. Hal itu, agar memudahkan proses penyelidikan. Sebab, saat ini IAH masih trauma.

“Kami tim kuasa hukum IAH meminta kepada aparat kepolisian untuk secepatnya melakukan penyelidikan kasus teror tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, IAH (17) Pelaku teror bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, diketahui sejak kecil memiliki cita-cita menciptkan roket dan robot.

Selain itu, dari hasil penyelidikan sementara pelaku IAH nekat melakukan teror karena terinspirasi dari kejadian di Prancis bahkan pelaku mengaku dapat merakit bom dari situs internet. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya