500 Ekor Sapi Hilang Secara Misterius, Kok Bisa?

Petani Kehilangan 500 Sapi Secara Misterius, Kok Bisa?
Petani Kehilangan 500 Sapi Secara Misterius, Kok Bisa?

500 Ekor Sapi Hilang Secara Misterius, Kok Bisa?

rakyatmedan.com
Seorang petani di Selandia Baru sedang pusing, sapi-sapi yang mereka gembalakan hilang tanpa diketahui rimbanya. Jumlah sapi yang dicuri tak tanggung-tanggung 500 ekor.

Petani tersebut langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut ke polisi setempat.

Polisi Canterbury mengatakan, mereka menerima laporan pada Kamis lalu, bahwa telah terjadi pencurian sapi sebanyak 500 ekor di sebuah peternakan Ashburton.

Anehnya pemilik peternakan tidak tahu persisnya kapan pencurian itu dilakukan. Ia baru menyadai sapi-sapinya berkurang saat melakukan penghitungan beberapa bulan lalu. Saat ini jumlah sapi yang masih tersissa tinggal 800 ekor.

Polisi yang menyelidiki kasus ini percaya, pencurian sapi-sapi tersebut dilakukan secara periodik, karena tidak mungkin mereka bisa mengangkut 500 ekor sapi sekaligus tanpa diketahui.

Petani, pemilik peternakan yang identitasnya disamarkan mengatakan, harga sapi tiap ekornya sekitar Rp 1, 3 juta, sehingga ia harus merelakan uang yang raib sekitar bernilai sekitar Rp13.000.000. Dia menempatkan nilai total sapi yang dicuri di sekitar RP7.150.000.000

Namun polisi mengalami kesulitan dalam mencari siapa sebenarnya pencuri sapi-sapi tersebut. Sampai sekarang belum ada tersangka atau seseorang yang dicurigai terkait dengan kasus pencurian sapi ini.

Salah satu polisi, Scott Banfield dari kepolisian Ashburton hanya mengingatkan kepada para peternak di wilayahnya untuk membuat pengamanan yang lebih memadai untuk membantu mencegah pencurian.

“Semua petani harus memeriksa ternaknya secara teratur. Masih menurut polisi, pencurian semacam ini dilakukan secara periodik dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Minimal harus diperiksa seminggu sekali. Dan petani juga harus mengawasi hal-hal tak terduga yang mungkin terjai dan mengawasi batas-batas propertinya masing-masing, “kata Banfield.

Duh kehilangan sapi kok baru diketahui setelah berbulan-bulan, mungkin pemiliknya terlalu sibuk, atau sapinya yang terlalu banyak? (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya