Pengusaha Bangladesh Dieksekusi Mati atas Kejahatan Perang

Mir Quasem Ali. (Foto: AFP)
Mir Quasem Ali. (Foto: AFP)

Pengusaha Bangladesh Dieksekusi Mati atas Kejahatan Perang

rakyatmedan.com
Seorang pengusaha dan pendukung finansial untuk partai Islam terbesar di Bangladesh dieksekusi mati atas kejahatan perang yang pernah dilakukannya pada 1971.

Mir Quasem Ali (63), dari Partai Jamaat-e-Islami, divonis mati dua tahun lalu. Ia terbukti bersalah atas beragam kasus, termasuk pembunuhan dan penyiksaan saat terjadinya perang dengan Pakistan.

Seperti dikutip BBC, Quasem Ali dieksekusi mati lewat metode hukuman gantung di luar penjara keamanan tingkat tinggi di Dhaka, Sabtu (3/9).

Ia ditangkap polisi pada 2010 dan didakwa empat tahun setelahnya. Ia menolak mengejar amnesti presiden, yang mengharuskan dirinya mengaku bersalah.

Eksekusi Quasem Ali dilakukan setelah terjadinya serentetan aksi teror di Bangladesh, termasuk serangan di sebuah kafe di Dhaka pada Juli, dimana 20 tawanan yang sebagian besarnya warga asing meninggal dunia.

Dalam persidangan, Quasem Ali dituduh terlibat “aksi teror” di kota Chittagong. Ia dinyatakan bersalah atas delapan dari 14 tuntutan.

Enam tokoh oposisi telah dieksekusi mati atas kejahatan perang sejak Perdana Menteri Sheikh Hasina mendirikan pengadilan terkait pada 2010. Lima dari yang dieksekusi berasal dari partai Jamaat-e-Islami.

Pada Juni, kepolisian Bangladesh meluncurkan operasi besar-besaran untuk memberantas ekstremis, dengan menahan lebih dari 3.000 orang. Operasi ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya menghentikan serangan terhadap kaum minoritas dan masyarakat sekuler.

Data pemerintah Bangladesh menyebut sekitar tiga juta orang tewas dalam perang selama sembilan bulan dengan Pakistan pada 1971. (rm/bbc)

portal berita medan
informatif & terpercaya