Penyelidikan Dugaan Kecurangan PPDB 2016 “Ngambang”

Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Penyelidikan Dugaan Kecurangan PPDB 2016 “Ngambang”

Medan | rakyatmedan.com
Kasus dugaan kecurangan penyelenggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 yang dilaporkan sejumlah orangtua calon murid ke Polda Sumut beberapa waktu lalu kini masih “mengambang’ dan belum jelas arah penyelidikannya.

Pihak kepolisian yang menerima langsung aduan tersebut melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Senin (1/8) lalu hingga saat ini belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang dituding menjadikan PPDB 2016 sebagai ajang meraup keuntungan melalui pungutan uang terhadap orangtua para calon murid.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan 13 orang sebagai upaya klarifikasi menyangkut kasus tersebut.

Namun, ke 13 orang yang telah dimintai keterangan itu masih sebatas para orangtua calon murid yang mengaku sebagai korban karena diminta pungutan uang agar anaknya bisa masuk di sekolah tertentu meskipun NEM nya mencukupi.

“Kan ada dua laporan, Polda Sumut melalui pihak Ditreskrimsus sudah memintai keterangan 13 orang dari pihak para orangtua murid sebagai klarifikasi duduk kasus,” ujar Rina, kemarin.

Selain itu, Rina juga mengaku bahwa Polda Sumut sedang mengumpulkan sejumlah petunjuk memalui rekaman CCTV di hotel yang digunakan sebagai tempat pertemuan perwakilan beberapa sekolah dan oknum dinas menyangkut penyerahan pungutan yang dibandrol Rp25 juta -Rp200 juta yang dibebankan kepada orangtua calon murid dalam penyelenggaraan PPDB 2016.

“Upaya mengumpulkan petunjuk-petunjuk berkaitan kasus itu juga sedang dilakukan. Seperti misalnya hasil rekaman CCTV di hotel yang disebut-sebut dugunakan sebagai tempat pertemuan pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai pemeriksaan terhadap beberapa orang dari dinas berterkaitam menyangkut kasus itu, Kombes Rina mengaku belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Sumut.

“Sejauh ini masih pihak pelapor yang dimintai keterangannya. Kalau dari pihak-pihak lain belum karena masih mengumpulkan klarifikasi dari pihak pelapor terlebih dahulu,” jelasnya.

Terkait kabar tentang adanya pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Medan dan Walikota Medan berkenaan kasus itu, Kombes Rina menampiknya.

“Belum ada yang dimintai keterangan dari pihak dinas pendidikan berkaitan kasus itu. Apalagi Walikota Medan, yang jelas kasusnya masih dilidik,” pungkas Rina.

Sekadar informasi, kasus dugaan kecurangan itu disampaikan para orangtua calon murid dan sejumlah guru dari beberapa sekolah favorit di Medan, Senin (1/8) lalu ke Mapolda Sumut. Aduan itu diterima langsung oleh Polda Sumut melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Dalam aduan itu, para orangtua calon murid mengaku dipatok uang oleh kepala sekolah dan oknum dinas agar anaknya bisa masuk di sekolah tersebut meskipun lulus secara seleksi dan NEM nya mencukupi.

Bahkan beberapa anggota DPRD Medan yang mengkritisi penyelenggaraan PPDB 2016 yang diduga penuh indikasi kecurangan sempat diteror orang-orang tak dikenal dengan ancaman pembunuhan. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya