Wanita Tionghoa Korban Percobaan Perampokan

Marianna jadi korban perampokan begal.
Marianna jadi korban perampokan begal.

Wanita Tionghoa Korban Percobaan Perampokan

Medan | rakyatmedan.com
Meski Polresta Medan hingga jajaran Polsek telah membentuk tim anti begal dan jam malam terhadap seluruh personel, tetap saja aksi kejahatan jalanan masih menghantui masyarakat. Penggalakkan patroli pun sudah dilakukan, tapi bandit jalanan masih tetap beraksi di Kota Medan.

Kali ini, korbannya Marianna (40), warga Jalan Brigjend Zein Hamid Km 8 No.46 Lingkungan V, Kecamatan Medan Johor. Ibu rumah tangga (IRT) keturunan Tionghoa ini menjadi korban percobaan perampokan di depan Vihara Borobudur, Jalan Imam Bonjol.

Soalnya, sepedamotor dan harta benda korban tak berhasil digasak pelaku. Tapi, korban mengalami luka di bagian wajah akibat terjatuh dan terseret aspal setelah diserempet pelaku.

Informasi dihimpun, Minggu (4/9), korban saat itu usai pulang dari kantor Jalan Diponegoro, bermaksud menuju Pajak Pasar Rame, Jalan Thamrin Medan. Korban yang mengendarai Yamaha Mio Soul BK 5773 XA, melintas di Jalan Imam Bonjol.

Tepat di depan Vihara Borobudur, korban tiba-tiba dipepet oleh dua pria berboncengan mengendarai Yamaha Vixion.

Kemudian, pelaku yang diboncengan menarik paksa jaket korban. Diketahui di balik jaket korban ada tas. Karena berusaha mempertahankan, sempat terjadi tarik-menarik hingga akhirnya korban tersungkur dan terseret ke beberapa meter di jalan.

Sayang, ketika korban terjatuh, tak sempat melihat pelaku dan kendaraan yang dibawanya. Warga sekitar langsung berdatangan menolong korban yang terjatuh.

Korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis dengan menumpangi mobil pick up. Sementara, keluarga korban yang mendapat kabar, datang ke lokasi kejadian. Sepeda motor korban kemudian diamankan keluarga.

“Isteri saya jadi korban perampokan. Sudah dirujuk ke RS Deli. Lukanya cukup parah,” aku suami korban, Sujoni (41), Minggu petang.

Terkait itu, Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu menyebut, korban belum membuat laporan secara resmi. Namun, kejadian percobaan perampokan itu memang ada terjadi.

Selain itu, pihaknya juga masih menelusuri peristiwa tersebut guna mengetahui pasti, latar belakang motif perampokan atau ada motif lain yang dilakukan oleh kedua pelaku.

“Kalau dikatakan perampokan, tidak ada barang yang hilang. Tasnya tapi tercecer di lokasi. Hasil keterangan di lokasi, dugaan pertama percobaan perampokan. Tapi kita masih menyelidiki lebih jauh untuk mengetahui dugaan motif lain,” tandasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya