Pencurian 700 Kg Inti Sawit PT Siloam Dibongkar, Tujuh Tersangka Diamankan Polisi

Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu AKBP Faisal Napitupul memaparkan tersangka dan barang bukti.
Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu AKBP Faisal Napitupul memaparkan tersangka dan barang bukti.

 

Pencurian 700 Kg Inti Sawit PT Siloam Dibongkar, Tujuh Tersangka Diamankan Polisi

Medan | rakyatmedan.com
Personel Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut membongkar aksi pencurian dan penggelapan 700 Kg muatan inti sawit milik PT Siloam Artha Wijaya.

Dari kasus itu, petugas mengamankan tujuh orang tersangka, di antaranya sopir dan kernet truk milik PT Siloam Artha Wijaya, Suyanto alias Anto (41), warga Dusun IV, Desa Kuta Baru Kecamatan Rambutan dan Agus Susanto (40), warga Jalan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Sedangkan lima tersangka lain merupakan kasir dan para pekerja gudang penampungan ilegal tersebut, antara lain Liston Siregar (27), warga Padanglawas Utara (Paluta), Edwin Siregar (27), warga Paluta, Saipul Andika (30), warga Jalan Ikan Gabus, Kisaran Barat, Pringadi Sagala (31), warga Jalan Danau Ranau, Binjai Timur dan Salamat Abdullah (21), warga Jalan Cokroaminoto, Kisaran.

“Hasil penelusuran di lapangan itu kemudian kita ketahui sopir truk tangki PT.Miduk Artha yang merupakan induk perusahaan PT.Siloam Artha Wijaya atas nama Suyanto alias Anto dan kernetnya, Agus Susanto alias Agus telah melakukan penggelapan dan pencurian muatan truk jenis Hyno platnomor B 8233 BN milik perusahan tersebut ke salah satu gudang ilegal di kawasan Desa Si balai, Kecamatan Talawib, Batubara,” sebut Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Kamis (8/9).

Dijelaskan Faisal, dalam aksinya tersangka Suyanto dan Agus mengangkut muatan Inti Sawit sebanyak 27.040 Kg dari Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PTPN III, Sisumut, Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang akan dibawa menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke di Kabupaten Simalungun.

“Di dalam perjalanan, sebagaian muatan inti sawit itu kemudian dijual oleh kedua tersangka ini ke gudang penampungan ilegal. Dari jumlah muatan 27.040 Kg yang ada di dalam tangki, para tersangka menjual 700 Kg inti sawit itu seharga Rp 5.300 perkilogramnya,” jelas Faisal.

Lebih lajut dikatakannya, setelah transaksi antara Suyanto dan Agus dengan para pekerja gudang penampungan ilegal tersebut terjadi, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap dua tersangka dan lima pekerja serta kasir gudang penampungan ilegal.

“Dari lokasi penangkapan itu kita amankan sejumlah barang bukti berupa satu unit truk Hyno muatan inti sawit milik PT Siloam, satu unit truk colt diesel, alat bongkar muat dan inti buah sawit sebanyak 700 Kg yang digelapkan para tersangka. Belum bisa ditaksasikan jumlah nominal kerugian perusahaan dari aksi pencurian dan penggelapan itu karena masih didalami lagi,” ungkapnya.

Dari hasil penyidikan sementara, sebut Faisal, para tersangka di gudang penampung ilegal mengaku, biasa menerima hasil penjualan setidaknya 20 truk dalam sehari. Dari praktik itu, paling tidak 30 ton inti sawit berhasil dikumpulkan.

“Masih kita dalami lagi kasusnya karena dugaan masih banyak gudang ilegal dan praktek penggelapan serupa yang terjadi di Sumut. Mengenai adanya oknum aparat yang terlibat dalam pengawasan gudang ilegal juga kita dalami. Para tersangka yang diamankan ini terancam Pasal 374 Subs Pasal 372 Jo Pasal 55, 56 Jo Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun,” pungkasnya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya