YLKI: Hewan Kurban Harus Bersertifikat Sehat

Dokter hewan dari Dinas Peternakan menyuntikkan vitamin pada hewan kurban yang dijual di lapangan Sekarpuro, Pakis, Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha. (foto ant: Ari Bowo Sucipto)
Dokter hewan dari Dinas Peternakan menyuntikkan vitamin pada hewan kurban yang dijual di lapangan Sekarpuro, Pakis, Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha. (foto ant: Ari Bowo Sucipto)

YLKI: Hewan Kurban Harus Bersertifikat Sehat

rakyatmedan.com
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha harus memiliki sertifikat sehat demi keamanan pangan.

“Agar memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit tertentu,” kata Tulus di Jakarta, Jumat (9/9).

Dia mengatakan, sertifikat sehat bisa dibuktikan dengan sertifikat dari dokter hewan.

Pemerintah, kata dia, harus proaktif turun ke lapangan untuk memeriksa hewan kurban dimaksud. Cara lain, bisa dengan membuka akses/posko bagi masyarakat yang ingin memeriksakan hewan kurbannya.

Sementara juru sembelih hewan kurban, kata Tulus, idealnya seorang juru sembelih yang bersertifikat halal. Tujuannya, selain untuk memastikan cara penyembelihan yang benar sesuai norma Islam, juga agar tidak menyakiti hewan kurban saat disembelih tapi langsung mati.

Saat melakukan penyembelihan, lanjut dia, agar dijauhkan dari anak-anak yang belum cukup umur, agar tidak menimbulkan efek psikologis seperti kekerasan, sadisme dan lainnya.

Bahkan sesuai norma Islam, kata dia, saat penyembelihan hewan kurban, maka hewan kurban yang sedang menunggu antrian untuk disembelih harus dijauhkan, agar hewan tersebut tidak stres karena menyaksikan “temannya” disembelih. (rm/ant)

portal berita medan
informatif & terpercaya