Tante Tidak Mau Dinikahi, Keponakan Kekasih Diperkosa

Ilustrasi
Ilustrasi

Tante Tidak Mau Dinikahi, Keponakan Kekasih Diperkosa

rakyatmedan.com
Lantaran sakit hati dengan kekasih perempuan yang tak kunjung mau untuk dinikahi, seorang pria menggauli remaja hingga 16 kali di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/9) lalu.

Tak dapat tantenya, pelaku berinisial H (39) akhirnya melampiaskan nafsu bejatnya kepada NK (14) sang keponakan dari kekasih yang tidak mau dinikahinya.

Usai kejadian tersebut, korban lalu mengadukan kejadian tersebut ke Polisi Sektor Jatinegara, dan selanjutnya petugas langsung melakukan pencarian terhadap pelaku, dan benar saja H berhasil ditangkap sehari sesudahnya.

“Sang ibu yang menceritakan bahwa anaknya telah diperkosa, mendengar hal tersebut petugas langsung bergerak untuk menangkap pelaku pada Sabtu (10/9) malam,” ujar Kapolsek Jatinegara, Kompol Suwanda, Minggu (11/9).

Kata dia, pelaku terakhir kali melakukan pemerkosaan terhadap korban pada hari Senin (5/9) lalu. Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengancam korban agar tidak memberitahu siapapun tentang apa yang dilakukan.

“Namun nampaknya hal tersebut dipergoki oleh saksi berinisial IM yang langsung memberitahukan kejadian tersebut ke orang tua korban, dan akhirnya kasus pemerkosaan ini dapat terungkap,” tambahnya.

Kompol Suwanda menjelaskan,  ibu korban lalu mempertanyakan apa yang sebenarnya dialami oleh putrinya.”Akhirnya sang putri mengaku bahwa telah menjadi korban pemerkosaan sebanyak 16 kali, dari situ tim langsung bergerak dan meringkus pelaku di rumahnya di kawasan Jatinegara,” jelasnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan hal tersebut lantaran dendam oleh sang tante yang dahulunya mantan pacarnya, yang tidak mau dinikahinya.”Pemerkosaan itu dilakukan karena dendam, dan buah dari dendam itu jatuh kepada keponakannya, bukan hanya di perkosa korban juga di sodomi,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perilakunya, H akan dikenakan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Thn 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya minimal 15 tahun penjara,” tutupnya.

portal berita medan
informatif & terpercaya