Beli Elipji 3 Kg Tak Bisa Pakai Uang Tunai, Begini Mekanismenya

Gas elpiji 3 kilogram‎.
Gas elpiji 3 kilogram‎.

Beli Elipji 3 Kg Tak Bisa Pakai Uang Tunai, Begini Mekanismenya

rakyatmedan.com
Pemerintah berencana menerapkan distribusi tertutup elpiji bersubsidi 3 Kilo gram‎ (Kg) mulai 2017. Tujuannya agar penyaluran subsidi tepat sasaran dan hanya digunakan masyarakat miskin.

Bagaimana mekanisme penerapan distribusi tertutup elpiji bersubsidi 3 Kg tersebut?

Seperti yang dikutip dari data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (13/9). Untuk menerapkan distribusi tertutup elpiji, masyarakat miskin akan mendapat kartu identitas yang diterbitkan oleh bank yang juga partner pemerintah dalam menerapkan program tersebut. Kartu harus ditunjukan saat membeli elpiji bersubsidi.

Tujuan adanya kartu tersebut ‎adalah bukti pembeli elpiji bersubsidi merupakan masyarakat yang berhak, dan mencatat elpiji bersubsidi yang telah dibeli. Karena setiap bulannya, masyarakat miskin golongan rumah tangga akan mendapat jatah 3 tabung dan usaha mikro akan mendapat jatah 9 tabung per bulan.

Selain itu, kartu tersebut sebagai alat transaksi untuk membeli elpiji bersubsidi‎. Karena, untuk membeli elpiji bersubsidi harus menggunakan uang elektronik yang diisi pada kartu tersebut.

“Kalau ada customer membeli elpiji, dia datang ke pangkalan dia membelinya harus non cash. Jadi nanti uangnya dimasukan ke kartu dulu, baru bisa beli elpiji,” ‎kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja.

‎Menurut Wirat, jika ada masyarakat yang tidak ‎memiliki rekening bank, bisa mengisi uang elektronik di pangkalan. Untuk menerapkan program tersebut Kementerian ESDM menggandeng perbankan nasional.

“Kalau dia tidak punya rekening bank di pangkalan ada top up-nya Bekerja sama dengan perbankan. sistemnya kerja sama dengan perbankan,” tutur Wirat.

Wirat mengungkapkan, pembelian elpiji bersubsidi 3 Kg‎ dengan uang elektronik tidak hanya berlaku di tingkat konsumen,tetapi juga berlaku untuk pangkalan yang membeli elpiji ke agen dan agen yang membeli elpiji ke PT Pertamina (Persero).‎

Penggunaan uang elektronik dalam membeli elpiji bersubsidi 3‎ Kg sejalan dengan program Bank Indonesia, yang mendorong penggunaan uang elektronik.

“Nanti dari pangkalan ke agen juga non cash. Dan langsung ke Pertamina non cash. Intinya program methodologies distribusi tertutup itu non cash. Jadi inline dengan kebijakan bank Indonesia menggunakan lebih banyak non cash sistem ,” tutup Wirat.

portal berita medan
informatif & terpercaya