Kapoldasu Cek Kesiapan Peralatan Menghadapi Bencana

Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso didampingi Waka Poldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto memeriksa kendaraan.
Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso didampingi Waka Poldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto memeriksa kendaraan.

Kapoldasu Cek Kesiapan Peralatan Menghadapi Bencana

Medan | rakyatmedan.com
Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso menegaskan pentingnya perencanaan dan persiapan dalam menghadapi sebuah bencana yang terjadi di Sumut.

“(Peralatan) kita harus siap stanby manakala terjadi bencana di Sumut,” tegasnya dalam arahannya saat memimpin Apel Kesiapan Peralatan Menghadapi Bencana di Wilayah Sumatera Utara, di Lapangan Brimob, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (13/9) pagi.

Diakui Kapolda, dalam cek kesiapan peralatan menghadapi bencana ini diketahui ada yang siap pakai namun juga ada yang tidak siap pakai. Salah satunya aki kendaraan taktis (rantis) rescue yang soak.

“Akinya soak, mungkin tidak dicek lagi pasca dipakai menolong korban bencana di Sembahe. Nah, hal-hal seperti ini kita jangan sepele, artinya kita harus siap. Maka saya minta Brimob dan Sabhara harus setiap hari mengecek dan berlatih, nanti saya minta kalian juga latihan di polda,” tegas Budi Winarso lagi.

Dia juga berharap semua peralatan ini harus dianggap seperti milik sendiri, sehingga perawatannya selalu terjaga.

“Kalian harus sadari kalau alat-alat ini dibeli dari rakyat. Ini dibeli bukan untuk pameran atau cuma jadi pajangan tapi alat yang siap pakai untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Sementara Komandan Satuan (Dansat) Brimob, Kombes Pol Zulfikar mengakui apel kesiapan peralatan ini demi mempersiapkan sebuah bencana. Katanya, ada dua jenis kejadian bencana, pertama bencana dadakan dan kedua yang tidak diduga.

“Jadi kita harus persiapkan diri makanya Pak Kapolda mengecek kesiapannya. Memang ada yang masih kurang tapi itulah gunanya cek kesiapan ini,” sebutnya.

Soal koordinasi titik rawan bencana, Kombes Zulfikar mengaku masih dalam koridor intern dulu.

“Setelah ini baru kita koordimasikan ke satker atau polres-polres di Sumut. Soal titik rawan pun sedang di maping, itu oleh Karo Ops yang melakukan, Brimob hanya sebagai membantu personel (BKO) nya saja,” pungkasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya