Kurir Pembawa 18 Kg Sabu Dibekuk, Salahsatunya Ngaku Anggota TNI

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari (kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu pada gelar kasus, di Medan, Kamis (15/9). (foto ant: Irsan Mulyadi)
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari (kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu pada gelar kasus, di Medan, Kamis (15/9). (foto ant: Irsan Mulyadi)

Kurir Pembawa 18 Kg Sabu Dibekuk, Salahsatunya Ngaku Anggota TNI

Medan| rakyatmedan.com
Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus dua kurir sabu di Kota Medan. Salah satu kurir mengaku anggota Tentara Nasional Indonesia pada petugas.

Kurir berinisal BH dan RZ alias Keling ditangkap di dua tempat berbeda. BH diringkus di rumahnya di Jalan Setia Luhur, Gang Sendiri,  Lingkungan XI, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Sementara RZ diringkus di sebuah hotel di Kota Medan. Saat digeledah, petugas menemukan baret hijau dan kartu tanda anggota TNI yang diduga palsu.

“Mengaku anggota TNI. Setelah kita konfirmasi kepada satuan yang bersangkutan, ternyata ‎bohong,” ungkap D‎eputi Bidang Pemberantasan BNN ‎Irjen Arman Depari, ketika melakukan pemaparan kepada awak media di Medan, Kamis (15/9).

Saat ditangkap, RZ tengah dalam pengaruh berat narkoba. Arman menyebut, saat ini, RZ tengah dalam perawatan. Namun, dia tidak menyebut lokasi perawatan RZ.

“Saat ditangkap kelihatannya over dosis. Menurut nasihat dokter masih perlu dilakukan perawatan,” jelas Arman.

Kedua kurir itu diringkus pada Rabu (14/9) malam. Petugas menyita 18 bungkus sabu yang diperkirakan seberat 18 kg

Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 18 Kg dari sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan di kawasan Jalan Setia Luhur, Gang Sendiri Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Informasi diperoleh dari lokasi kejadian, Kamis (15/9) sore, dari pengungkapan kasus peredaran narkoba senilai Rp18 miliat tersebut petugas juga turut mengamankan dua tersangka diantaranya Boby Handoko (24) dan Reza (26) yang merupakan kurir dan koordinator peredaran di wilayah Kota Medan.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto menyampaikan kepada wartawan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan para tersangka sebelumnya di Indogrosir kawasan SM Raja, Medan, beberapa waktu lalu.

“Bekerjasama dengan pihak BNNP Sumut, Bea Cukai dan Polresta Medan kita berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu dengan barang bukti 18 Kg sabu melibatkan dua tersangka BO dan RZ. Pengungkapan ini berdasarkan hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya di lokasi Indogrosir Medan melibatkan 5 orang tersangka bersama barang bukti 11 Kg sabu,” sebut Irjen Pol Arman Depari.

Arman menyebutkan, penangkapan terhadap 5 tersangka di Indogrosir Medan itu pihaknya juga mengamankan tersangka lain berinisial DIN dalam pengembangan di Jakarta dengan barang bukti 35 Kg narkoba jenis Sabu.

“Jadi dari penangkapan di Indogrosir beberapa waktu lalu kemudian kita lakukan pengembangan di Jakarta dan berhasil menangkap tersangka berinisial DIN dengan barang bukti 35 Kg sabu, setelah itu pengembangan selanjutnya barulah kita tangkap dua tersangka ini diduga merupakan jaringan yang sama,” jelas Irjen Arman.

Selain itu Irjen Pol Arman Depari juga menyampikan bahwa kedua tersangka tersebut diamankan pihaknya dari dua lokasi terpisah diantaranya di kawasan Medan Sunggal bertepatan ketika sedang melakukan transaksi dengan seorang pembeli dan di salah satu hotel di Kota Medan.

Setelah dilakukan penangkapan, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah salah seorang tersangka dan tiga rumah lain disekitarnya menggunakan dua ekor anjing pelacak. Dalam penggeledahan tersebut petugas yang diturunkan berhasil menemukan barang bukti berupa 18 Kg sabu dalam 16 pack kemasan.

“Dalam aksinya tersangka Boby Handoko yang berperan sebagai pengawas gudang sekaligus kurir itu memanfaatkan rumah salah seorang tantenya yang berada tak jauh dari rumahnya untuk menyimpan narkoba jenis sabu. Boby kemudian menunggu perintah Reza yang merupakan kordinator peredaran di Medan untuk mengantarkan barang tersebut apabila sudah ada pembeli yang memesan,” kata Arman.

Menurut Arman, dari jaringan tersebut dua tersangka yang diamankan bahkan sudah sempat menjual 6 Kg sabu ke beberapa lokasi di Kota Medan. Hal itu dikatakannya masih didalami BNN RI bekerja sama dengan BNNP Sumut untuk membongkar arah peredaran 6 Kg sabu tersebut.

“Dengan sangat menyesal kita sampaikan bahwa kedua tersangka ini sudah sempat menjualkan 6 Kg sabu dan kemungkinan lebih. Itu yang juga sedang kami dalami,” imbuhnya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya