15 Bahasa Daerah di Indonesia Punah. Tersebar di Papua dan NTT

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Dadang Sunendar.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Dadang Sunendar.

15 Bahasa Daerah di Indonesia Punah. Tersebar di Papua dan NTT

rakyatmedan.com
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Kusnandar mengatakan, sejak 2004-2015, pihaknya telah mengindentifikasi ada 617 bahasa daerah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Bahasa pada 2014, ada 15 bahasa yang telah punah dan tersebar di wilayah Indonesia timur, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dadang menyebutkan, bahasa daerah punah dan terancam punah disebabkan beberapa faktor, seperti jumlah penutur yang berkurang karena meninggal dunia, migrasi, bencana alam yang besar, dan peperangan. Punahnya bahasa daerah juga bisa dipengaruhi oleh persoalan yang terkesan sepele, seperti perkawinan silang serta sikap dan persepsi masyarakat setempat terhadap bahasa daerah.

“Persepsi masyarakat setempat terhadap bahasa daerah, berdasarkan penelitian kami, memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap punahnya bahasa daerah, terutama di kalangan anak muda. Mereka tidak lagi mengunakan bahasa daerahnya,” kata Dadang di Jakarta, Jumat (16/9).

Untuk menahan laju kepunahan bahasa daerah, Dadang mengatakan, pemerintah telah berkerja keras dangan melakukan segala upaya. Pemerintah terus melakukan sosialisasi di setiap daerah serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

Dikatakan, banyak daerah yang telah memasukkan soal penggunaan bahasa daerah ke dalam peraturan daerah (perda). Hal itu diyakini dapat mendorong program pemulihan bahasa daerah untuk wilayah tersebut.

“Kami bekerja sama dengan Pemda, misalnya dengan menyurati kepala daerah tentang kondisi bahasa daerah yang ada di wilayah mereka. Sehingga, saat ini banyak kepala daerah yang menetapkan wajib menggunakan bahasa daerah pada hari-hari tertentu, seperti di Jawa Barat,” katanya.

Dadang juga mengatakan, upaya lain adalah dengan terus meningkat jumlah kamus bahasa daerah yang dilengkapi dengan bahasa Indonesia. Sejauh ini ada 84 kamus bahasa daerah.

Sementara, untuk bahasa darah yang telah punah, Badan Bahasa memiliki bidang perlindungan dengan mendokumentasikan, merevitalisasi, dan melakukan konservasi terhadap bahasa yang terancam punah.

portal berita medan
informatif & terpercaya