Pemerintah Pangkas Subsidi Bunga KUR

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo

Pemerintah Pangkas Subsidi Bunga KUR
rakyatmedan.com
Pemerintah memastikan akan memangkas subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 9,5 persen atau sebesar Rp1 triliun dari semula Rp10,5 triliun menjadi hanya Rp9,5 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo mengatakan, pemangkasan ini dilakukan karena realisasi penyaluran subsidi bunga KUR tahun ini belum optimal. Tengok saja, realisasinya sampai hari ini baru sekitar Rp1,5 triliun.

“Yang, kami kejar sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Jadi, outlook-nya sekitar separuhnya Rp5 triliun untuk tahun ini,” ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/9).

Mardiasmo meyakini, target realisasi subsidi bunga kredit hanya sekitar 50 persen. Artinya, hanya sebesar Rp5 triliun dari total target awal, yakni Rp10,5 triliun.

Kendati subsidi bunga KUR dipangkas, Mardiasmo memastikan program penyaluran KUR tetap akan berjalan. Bahkan, pemerintah berencana menambah tebal penyaluran KUR tahun depan. Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah sedang mengkaji kriteria koperasi untuk didapuk menjadi penyalur KUR.

Adapun, Kementerian Keuangan menyebut koperasi sebagai lembaga yang sehat. Koperasi dinilai bisa memenuhi kriteria sebagai lembaga yang produktif, serta menyalurkan kredit untuk usaha bukan konsumsi.

Untuk memastikannya, Kemenkeu meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan tinjauan berikutnya terhadap koperasi.

“Ini kami coba, tapi kami minta OJK untuk melihat koperasi, melihat lembaga ini ke depan nya, akan sehat atau tidak,” pungkasnya.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membantah pernyataan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang menyebut pemerintah telah memastikan pemangkasan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Darmin mengatakan, pembahasan mengenai pemangkasan subsidi bunga KUR masih berlanjut dan belum ditentukan.

“Tidak ada keputusan mengenai itu. Kami masih akan rapat Oktober mendatang untuk anggaran subsidi bunga KUR tahun depan,” ujarnya

Pemerintah Diminta Konsisten Anggarkan Subsidi Bunga KUR
Bank Indonesia (BI) meminta pemerintah untuk konsisten mengalokasikan anggaran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) setiap tahunnya.

Konsistensi subsidi bunga ini penting sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada bank dan lembaga keuangan penyalur KUR, sekaligus mewujudkan cita-cita pemerintah yang menginginkan bunga KUR rendah.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, apabila pemerintah masih menginginkan bunga KUR tetap rendah, saat ini sebesar 9 persen, maka pemerintah harus secara teratur, disiplin menyiapkan subsidi bunga.

“Karena, kalau tidak bunga KUR akan kembali naik menjadi 12-15 persen,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai, subsidi bunga KUR membangun struktur kredit/pembiayaan yang sehat. Karena, hal itu berarti bank-bank penyalur KUR tidak dipaksakan untuk menggelontorkan pembiayaan dengan bunga murah.

Pernyataan Agus tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pemerintah melalui Kementerian Keuangan rencananya akan memangkas subsidi bunga KUR dalam RAPBN 2017.

Pemerintah mewacanakan menggunting anggaran subsidi bunga KUR dari sebanyak Rp10,5 triliun pada tahun ini menjadi Rp9,5 triliun di tahun depan.

Tahun-tahun sebelumnya, bunga KUR sempat menyentuh 22 persen. Kemudian, sempat berada di level 15 persen, dan turun menjadi 12 persen. Lewat subsidi bunga yang dianggarkan oleh pemerintah, bunga KUR untuk pertama kalinya berhasil mencapai single digit di awal tahun ini, yaitu sembilan persen.

Menurut Agus, upaya pemerintah menggunting subsidi bunga KUR dilatarbelakangi oleh tren tingkat bunga dana pihak ketiga (DPK) bank yang terus turun. Sehingga, bagi pemerintah, bank memiliki likuiditas cukup baik dengan sumber dana berbiaya murah untuk disalurkan dalam bentuk kredit, tak terkecuali KUR.

“Secara umum, tingkat bunga DPK turun. Mungkin, ini yang membuat masih ada pelonggaran subsidi bunga. Sehingga, bisa untuk tidak menggunakan seperti yang dianggarkan,” katanya. (rm/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya