Khawatir Begal, Wahendra Bekali Diri dengan Pisau Bergerigi

Wahendra Jarot
Wahendra Jarot.

Khawatir Begal, Wahendra Bekali Diri dengan Pisau Bergerigi

Medan | rakyatmedan.com
Wahendra Jarot (33) warga Dusun V, Desa Cinta Rakyat, Percut Seituan terjaring personel Anti Begal Polsekta Medan Barat saat melintas di Jalan Kol Yos Sudarso persisnya di Simpang Glugur, Kelurahan Glugur Kota, Medan Barat, Sabtu (17/9) malam. Pasalnya, perawat anestesi ini kedapatan membawa senjata tajam pisau bergerigi di dalam jok sepeda motor BK 3707 AFV.

Informasi yang diperoleh di Polsekta Medan Barat, Minggu siang (18/9), menyebutkan penangkapan Jarot bermula saat ia bersama rekannya Bambang Surya (34) warga Pasar 1. Kampung Mandailing, Percut Seituan melintas di kawasan Jalan Kol Yos Sudarso. Saat melintas personel Anti Begal yang saat itu melakukan razia mencurigai gerak-gerik Jarot dan Bambang.

Lantaran curiga, polisi pun memberhentikannya. Saat digeledah awalnya tak menemukan narkoba di kantong pakaiannya. Lalu polisi menggeledah isi jok sepeda motor Jarot. Saat itulah polisi menemukan 1 unit pisau stainless steel bergerigi. Tak bisa berkelit, Jarot dan rekannya itu digelandang ke Polsekta Medan Barat untuk menjalani pemeriksaan.

Dihadapan penyidik, Jarot mengakui bahwa senjata tajam itu adalah miliknya. Jarot beralasan pisau itu dibawanya untuk menjaga diri dari aksi kawanan begal yang belakangan ini sering terjadi.

“Iya pak pisau itu milik saya. Saya bawa pisau itu karena untuk berjaga-jaga di jalan. Karena belakangan ini sering terjadi perampokan sepeda motor. Makanya pisau itu saya bawa dan diletakkan di jok sepeda motor,”ujar Jarot.

Sementara itu Kapolsekta Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu menerangkan, tersangka diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam. Tersangka juga merupakan salah seorang perawat anestesi.

“Tersangka (Jarot) kita amankan saat dalam razia Anti Begal di kawasan Jalan Kol Yos Sudarso. Tersangka bersama rekannya Bambang Surya. Rekannya tidak mengetahui kalau rekannya itu membawa senjata tajam yan disimpan dalam jok sepeda motornya. Tersangka Jarot diancam dengan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedangkan Bambang Surya sebagai saksi,” terang mantan Wakasat Reskrim Polresta Medan ini. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya