Erry Mengaku Tak Pernah Dilibatkan Bahas Kebijakan oleh Gatot

Tengku Erry memberikan kesaksian di persidangan.
Tengku Erry memberikan kesaksian di persidangan.

Erry Mengaku Tak Pernah Dilibatkan Bahas Kebijakan oleh Gatot

Medan | rakyatmedan.com
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tak pernah dilibatkan dalam kebijakan penetapan penerimaan dana bansos dan hibah 2012-2013. Ini disebabkan karena hubungannya dengan Gatot Pujo Nugroho, yang saat itu menjabat gubernur, sudah renggang. Erry saat itu baru satu bulan menjabat wakil gubernur Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Erry saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana hibah dan bansos dengan terdakwa Gatot, di Ruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (19/9).

Selain menjabat wakil gubernur, saat itu Erry menjabat wakil ketua pembina Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam penyaluran dana hibah dan bantuan sosial 2012-2013.

Renggangnya hubungan dengan Gatot, kata Erry, bermula ketika ia mempertanyakan surat Mendagri tentang defisit pembayaran gaji PNS Pemprov Sumut serta meningkatnya pembayaran dana hibah dan bansos. Gatot tersinggung dengan pertanyaan itu. Sehingga ia dan Gatot tak pernah lagi berkomunikasi langsung.

“Mohon izin Yang Mulia, saya pernah sampaikan ini ke Pak Gubernur ketika satu bulan pertama dilantik. Saya sampaikan masalah-masalah di provinsi termasuk penganggaran gaji PNS yang hanya enam bulan serta soal kriteria penerima hibah dan bansos. Ketika saya sampaikan itu, mohon maaf juga, mungkin Pak Gubernur agak tersinggung, sehingga kami jarang komunikasi,” kata dia, menjawab pertanyaan majelis hakim.

Dalam kesaksiannya, Erry juga mengaku tidak mengetahui apakah temuan Surat Mendagri itu sudah ditindaklanjuti Gatot. Karena, Gatot sudah meminta Sekda agar mengurus permasalahan itu sehingga Erry diminta agar tidak ikut campur terlalu jauh.

“Mungkin belum sempat ditindaklanjuti Pak Gubernur. Mungkin karena kesibukannya atau lainnya. Mungkin juga saya salah cara menyampaikannya sehingga Pak Gubernur tersinggung. Saya ingat persis Pak Gubernur bilang begini, ‘Pak Wagub, tak usah terlalu campuri itu,'” ujarnya.

Menurut Erry, semua kebijakan pemerintahan pada saat itu dijalankan oleh Gatot. “Saya memang menjabat sebagai wakil ketua pembina TAPD, tetapi dalam pelaksanaannya saya tidak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat. Jadi, semua kebijakan diambil Pak Gubernur,” bebernya.

Mengenai kesaksian Erry di persidangan itu, Gatot tidak menyampaikan tanggapan. Dia hanya bisa memandang bekas bawahannya itu dengan senyuman khasnya. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya