Pembunuh Sadis Siswi SMP Divonis 9,6 Tahun

Terdakwa pembunuhan tertunduk mendengarkan vonis hakim di PN Medan, Sumut, Senin (19/9).

Pembunuh Sadis Siswi SMP Divonis 9,6 Tahun

Medan | rakyatmedan.com
Terdakwa pembunuhan sadis Rikwanta Gulo divonis selama 9 tahun dan 6 bulan penjara atas persidangan kasus pencurian dan kekerasan serta pencabulan terhadap SYD, siswi SMP Barlind di ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim tunggal Erintuah Damanik dalam persidangan terbuka untuk umum di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Senin (19/9). Keluarga terdakwa dan keluarga korban juga menyaksikan persidangan itu.

“Menyatakan anak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan dan dengan kekerasan melakukan perbuatan cabul sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum kesatu dan kedua,” ucap Erintuah Damanik dalam amar putusannya.

Hakim memandang masih ada perbuatan yang meringankan hukuman terdakwa. Yakni, mengakui perbuatannya serta bersikap sopan selama persidangan. Adapun yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat sangat sadis, di luar batas kemanusiaan, serta menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.

Menanggapi putusan itu, JPU menyatakan pikir-pikir. Sementara, terdakwa melalui penasehat hukumnya menerima putusan itu.

Usai persidangan, keluarga korban langsung mengejar terdakwa. Mereka berusaha memukuli terdakwa dengan menarik bajunya. Beruntung pengawal tahanan langsung membawanya ke ruang tahanan sementara PN Medan.

“Kejam kali kau membunuh anak kami. Anak-anak tapi begitu perbuatan kau,” ujar saudara korban sambil berlinang air mata.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Sindu menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara. Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dan diancam dalam Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak.

Dalam dakwaan jaksa, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/8) di perladangan Jalan Jamin Ginting Medan. Saat itu, pelaku melihat korban SYD, siswi SMP Bherlind School, duduk di sebuah pondok. SYD yang baru pulang sekolah tengah memainkan telepon selulernya.

Kondisi jalan sepi. Pelaku lalu mendekati korban. Dia berpura-pura meminta diantarkan ke Pancur Batu. Namun, permintaan itu ditolak korban. Terdakwa lantas berjalan ke bagian belakang korban, dan berusaha membekap mulutnya.

Terdakwa menarik korban ke semak-semak berjarak sekitar 10 meter dari pondok. Korban berusaha melawan dengan cara menggigit lengan pelaku. Karena mendapat perlawanan, pelaku langsung menikam rusuk korban sebanyak dua kali, karena masih meronta ia pun menikamkan pisau ke leher kiri korban.

Pelaku lalu memperkosa korban dalam keadaan tak berdaya. Setelah itu pelaku mengambil ponsel dan melarikan diri meninggalkan korban dengan pisau masih tertancap di leher. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya