Kapolri: Polantas Harus Lebih Profesional dan Modern

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.

Kapolri: Polantas Harus Lebih Profesional dan Modern

Jakarta | rakyatmedan.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, polisi lalu lintas (polantas) harus mengedepankan kinerja profesional, modern, dan terpercaya (prometer).

Hal ini terkait posisi polantas sebagai cerminan Polri yang selalu berada di tengah masyarakat mulai pusat kota hingga ke pelosok.

Menurut Tito, polantas sudah semakin baik, namun masih ada hal-hal negatif seperti “priit jigo” di jalanan yang harus dihilangkan.

“Dengan kebijakan prometer, hal yang berbau negatif dan melanggar harus dihapus apapun godaannya,” ujar Kapolri di sela acara syukuran HUT ke-61 Polantas Nasional di halaman JCC, Jakarta, Kamis (22/9).

Hadir dalam syukuran tersebut Kakorlantas Irjen Pol Agung Budi Marwoto, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Irjen Pol Puji Hartanto, Komisaris Jasa Marga Irjen (Purn) Sulistyo Ishak, dan Direktur Lalu lintas Polda Metro Kombes Pol Syamsul Bahri.

Dikatakan, keberadaaan polantas di seluruh Indonesia berada di bawah Polda setempat dan terkoordinasi dengan Polantas Mabes Polri, sehingga penerapan prometer diharapkan lebih optimal dari hulu ke hilir dengan target utama melayani masyarakat serta mengedepankan sikap humanis dan tegas.

“Polantas harus tegas dan senyum ketika dihadapkan persoalan di lapangan,” ujar Tito.

Kapolri mengingatkan, jika ada masalah lalu lintas dalam kondisi krusial, pusat juga diharapkan terlibat, misalnya pemantauan dari udara oleh Mabes Polri.

Orang nomor satu di Mabes Polri itu menegaskan, upaya meningkatkan kinerja polantas terus diupayakan melalui inovasi dan terobosan pelayanan masyarakat, termasuk penerapan sistem aplikasi secara online yang diluncurkan secara bertahap. Pada tahun 2017, ditargetkan seluruh Polda sampai Polres sudah dapat menerapkan aplikasi online dengan materi pembuatan atau perpanjangan STNK, termasuk perubahan BPKB.

“Selain itu peluncuran SIM online yang telah dilaksanakan di seluruh Samsat Indonesia,” kata dia.

Disebutkan, aplikasi dokumen online polantas, khususnya dalam pengurusan kendaraan roda dua dan empat, merupakan terobosan yang memudahkan masyarakat sekaligus menghilangkan stigma negatif polantas.

Disebutkan, pada tahun 2017, warga yang membeli kendaraan akan dimudahkan seperti kelengkapan BPKB dan STNK tidak lagi mendatangi ke samsat, namun cukup di diler setempat. Namun jika ditilang dan harus membayar denda, baru berurusan dengan polantas. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya