Heboh, Warga Medan Labuhan Temukan Buaya di Parit

Ilustrasi buaya.
Ilustrasi buaya.

Heboh, Warga Medan Labuhan Temukan Buaya di Parit

Medan | rakyatmedan.com
Masyarakat di Medan Labuhan heboh karena kemunculan buaya pascabanjir yang melanda daerah tersebut. Kemunculan buaya sepanjang 3 meter di dalam parit sudah meresahkan.

“Kita tidak mengetahui secara pasti, apakah buaya itu hanya satu ekor atau lebih. Kehadiran buaya itu membuat masyarakat takut,” ujar seorang warga di Pekan Labuhan, Gunawan Hasby (42), Jumat (23/9) malam.

Gunawan mengaku belum mengetahui asal datangnya buaya tersebut. Buaya itu dilihat warga di dalam parit. Penemuan buaya itu juga sudah dilaporkan kepada pemerintahan setempat.

“Kita tidak mengetahui buaya itu datangnya dari mana. Selama ini, warga tidak pernah melihat buaya di sekitar lingkungan sini. Ini baru pertama kali terjadi,” kata warga lainnya, Jamiat (39).

Menurutnya, reptil buas sepanjang tiga meter itu muncul setelah genangan air mulai surut pascahujan lebat di kawasan tersebut. Masyarakat setempat mengetahui adanya buaya setelah mendengar suara cipratan air.

“Suara cipratan air terdengar. Warga terkejut karena melihat buaya. Saat ini, warga resah karena mengkhawatirkan buaya itu memangsa anak-anak di sana. Warga tidak berani menangkap langsung,” sebutnya.

Sementara itu, warga dari Perumahan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Medan Labuhan, Sumatera Utara (Sumut), mengharapkan pemerintah membangun insfrastruktur, salah satunya adalah pembangunan tanggul di sana.

Sebab, banjir yang sering melanda daerah itu, terjadi karena persoalan tanggul. Selain itu, masyarakat meminta pemerintah menganggarkan dana untuk pembangunan parit guna mengaliri air dari banjir.

Salah seorang warga, Syamsul Lubis (38) mengatakan, ada sebanyak 1.300 rumah yang terendam akibat gelombang pasang air laut (Rob). Ketinggian air di hari pertama banjir lebih dari satu meter.

“Banyak kerugian masyarakat, termasuk kerusakan barang – barang elektronik. Sayangnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama dengan pejabat bawahannya, sama sekali tidak mau perduli,” katanya.

Herman (40) warga lainnya menyampaikan, persoalan banjir sudah sering melanda daerah itu. Bahkan, pihaknya sudah sering meminta pemerintah untuk memberikan perhatian.

“Tidak ada upaya perbaikan untuk mengendalikan banjir. Kita sudah minta namun tidak ditanggapi. Padahal, janji mereka saat kampanye pemilihan kepala daerah, penanganan banjir akan diatasi. Janji mereka palsu,” sebutnya. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya