Sumut Butuh Pemimpin Merakyat dan Berani Membuat Terobosan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Sumut Butuh Pemimpin Merakyat dan Berani Membuat Terobosan

Medan | rakyatmedan.com
Pemerhati masalah pembangunan di Sumatera Utara (Sumut), Andi Panggabean mengatakan, masyarakat membutuhkan pemimpin yang merakyat, berani membuat terobosan dalam melaksanakan pembangunan. Masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang pintar beretorika, hanya bekerja di belakang meja dan senang mengikuti kegiatan seremoni belaka.

“Untuk ke depannya, ekonomi masyarakat dipastikan meningkat mengingat pemerintah pusat gencar melakukan pembangunan anggaran pemerintah belanja negara (APBN). Mulai dari pembangunan jalan tol, rel kereta api, dermaga, pelabuhan, pembangkit listrik dan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Andi, pemerintah provinsi (Pemprov) justru tidak kelihatan melaksanakan pembangunan. Padahal, pendapatan asli daerah (PAD) di Sumut, sangatlah besar. Kondisi ini membuat masyarakat semakin apatis terhadap pemerintah daerah. Tidak ada hasil nyata dari program yang disampaikan kepala daerah saat menjelang pilkada.

Pengamat sosial dan politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wara Sinuhaji mengatakan, Sumut membutuhkan seorang pemimpin yang keras, tegas dan mumpuni di masyarakat. Selain itu, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mau turun langsung melihat kondisi insfrastruktur di daerah itu.

“Banyak yang perlu dibenahi pemimpin daerah ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jika tidak berani melakukan terobosan maka daerah ini kemungkinan bisa tertinggal dengan daerah lain. Pemimpin daerah ini juga harus memihak masyarakat, dan berani menolak memberikan atau menolak gratifikasi dari proyek yang akan dilaksanakan.

Menurutnya, banyak sektor yang dapat dimanfaatkan seorang pemimpin daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan menghidupkan roda perekonomian di masyarakat. Mulai dari sektor perkebunan, pertanian, industri pariwisata, pertambangan dan lainnya.

Seperti diketahui, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) akan dilaksanakan dua tahun ke depan. Meski terbilang masih lama, sebanyak 15 lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah menjalin kerjasama dengan pemerhati pembangunan, mulai melakukan penjaringan dalam memilih calon yang tepat guna memimpin daerah tersebut.

“Penjaringan ini kami lakukan bukan untuk mementahkan calon yang diusung partai politik (Parpol). Kita melakukan penjaringan karena berulangkali gubernur tersandung kasus korupsi. Bahkan, tidak sedikit anggota dewan terhormat yang turut terseret,” ujar Koordinator Masyarakat Peduli Sumut, Wesli Marpaung, Minggu (25/9) sore.

Menurut Wesli, penjaringan calon kepala daerah juga membantu parpol yang mengutamakan aspirasi masyarakat. Apalagi, kata dia, parpol begitu gencar mendukung calon pemimpin untuk diusung dalam pilkada tanpa kewajiban memberikan mahar politik, sama seperti pilkada di DKI Jakarta.

Penjaringan ini, kata Wesli, langsung meminta keinginan masyarakat atas calon pemimpin yang dianggap paling tepat di daerah tersebut. Dalam hal ini, pihaknya juga menjaring sejumlah kepala daerah, baik itu gubernur, bupati dan wali kota yang dianggap mumpuni, berhasil dalam mengangkat ekonomi masyarakat.

“Kita juga menjaring dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, anggota dewan terhormat, akademisi, mantan dan petinggi TNI/Polri, maupun elemen masyarakat. Seluruh calon yang dijaring itu akan ditawarkan kepada masyarakat untuk melihat calon pemimpin terbaik. Kita akan minta alasan pilihan dan dukungan masyarakat,” katanya. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya