KPK Tahan Jaksa Farizal Terkait Suap Kuota Gula Impor

Farizal
Farizal

KPK Tahan Jaksa Farizal Terkait Suap Kuota Gula Impor

Jakarta | rakyatmedan.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan jaksa Farizal pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar), Senin (26/9).

Penahanan ini dilakukan setelah penyidik memeriksa Farizal sebagai tersangka penerima suap dari Dirut CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

Keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.00 WIB, Farizal yang didampingi sejumlah pengacara terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Farizal Tak berkomentar apapun saat digelendang ke mobil tahanan yang membawanya ke Rutan Pomdam Jaya Guntur. Setidaknya, Farizal akan mendekam di rutan itu selama 20 hari ke depan.

MF Gunawan, pengacara Farizal enggan berkomentar mengenai penahanan ini. Gunawan mengaku pihaknya masih fokus terhadap proses hukum yang bakal dijalani kliennya.

“Fokus ke pembelaan Pak Farizal. Apa selanjutnya, tunggu keputusan selanjutnya. Kita enggak komentar terhadap kasusnya dulu,” katanya.

Diketahui, Farizal diduga telah menerima suap sebesar Rp 365 juta dari Xaveriandy Sutanto. Uang suap itu diberikan agar Sutanto dapat lolos dari perkara penjualan gula tanpa sertifikat SNI yang menjeratnya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Padang.

Untuk memuluskan rencana tersebut, Farizal yang seharusnya bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum justru bertindak seolah menjadi pengacara Sutanto. Farizal menyiapkan eksepsi dan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan Sutanto.

KPK kemudian menetapkan Sutanto sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a, atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU nomor 20 tahun 2001.

Sementara Farizal ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, atau Pasal 11 UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.

Penyelidikan kasus suap terhadap Farizal ini menjadi pintu masuk Tim Satgas KPK menangkap Ketua DPD Irman Gusman. Dari kasus suap terhadap Farizal inilah terungkap adanya dugaan suap menyuap terkait rekomendasi pendistribusian gula impor yang melibatkan Irman Gusman.

Tim Satgas KPK kemudian menangkap Irman, Xaveriandy Sutanto, dan istrinya Memi serta adiknya WS pada Sabtu (17/9) dinihari. Dari kamar Irman, tim penyidik menyita uang sebesar Rp 100 juta yang diduga terkait dengan pengurusan distribusi gula impor dari Bulog untuk wilayah Sumatera Barat.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Tipikor. Sementara, Sutanto dan Memi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya