Dua Pengedar Narkoba Pajak Kemiri Dibekuk

Tersangka Syaiful Bahri Siregar, diapit Kapolsek Medan Kota, AKP Martuasah Hermindo Tobing dan Kanit Reskrim, AKP Martualesi Sitepu.
Tersangka Syaiful Bahri Siregar, diapit Kapolsek Medan Kota, AKP Martuasah Hermindo Tobing dan Kanit Reskrim, AKP Martualesi Sitepu.

Dua Pengedar Narkoba Pajak Kemiri Dibekuk

Medan | rakyatmedan.com
Dua pengedar narkotika yang kerap beraksi di Pasar Kemiri, Simpang Limun Medan diringkus personel Unit Reserse Kriminal Polsekta Medan Kota. Dua pemuda yang dibekuk yakni Syaiful Bahri Siregar (31) dan Muhammad Rapi (38).

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu mengatakan, dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu itu ditangkap di dua lokasi berbeda. Penangkapan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas kedua pengedar sabu itu.

“Saat tim turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan, hasilnya Syaiful Bahri berhasil diamankan bersama satu paket narkotika jenis sabu-sabu. Saat penggeledahan di sekitar lokasi penangkapan turut diamankan 124 paket ganja kering,” kata  AKP Martualesi Sitepu, Selasa (27/9).

Namun, tersangka Syaiful tidak mengakui ganja yang ditemukan itu miliknya. Begitu juga dengan Rekson Purba, 40, yang saat itu berada di lokasi. Keduanya pun diboyong ke Markas Polsekta Medan Kota. Namun, Muhammad Rapi yang juga berada di lokasi awalnya tak ditangkap sebab ia merupakan penyandang cacat sehingga polisi tak curiga.

“Muhammad Rapi ikut diamankan ketika diketahui bahwa dirinya adalah bandar ganja berdasarkan pemeriksaan dari Syaiful dan Rekson. Dia diamankan tak jauh dari kawasan pasar,” imbuh dia.

Petugas menggeledah kediaman Muhammad Rapi di Jalan Turi Medan. Hasilnya ditemukan 0,8 gram sabu.

“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku sudah 4 bulan berprofesi sebagai pengedar sabu dan ganja. Dia mendapatkan barang haram itu dari kawasan Mangkubumi. Setiap gram sabu dia beli senilai Rp800 ribu kemudian dipecah-pecah menjadi paket senilai Rp50 ribu dan Rp70 Ribu,” tutur dia.

Tersangka mengaku mendapatkan untung Rp200 ribu per gram sabu. Sementara ganja dibeli seharga Rp100 ribu per gram di daerah Tembung, Deli Serdang.

“Tersangka memecah paket ganja itu menjadi beberapa puluh paket hingga dapat dijual antara Rp5 ribu-Rp10 ribu. Untungnya Rp100 ribu per ons (gram),” kata dia.

Syaiful dan Muhammad Rapi masih menjalani pemeriksaan di Markas Polsekta Medan. Syaiful dijerat Pasal 114 juncto Pasal 111 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Muhammad Rapi dijerat Pasal 114 dan Pasal 112. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya