Kepala Lapan: Benda Jatuh di Sumenep Diduga Sisa Roket Falcon 9

Benda misterius jatuh dari langit di Pulau Giki Genting, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Senin (26/9).
Benda misterius jatuh dari langit di Pulau Giki Genting, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Senin (26/9).

Kepala Lapan: Benda Jatuh di Sumenep Diduga Sisa Roket Falcon 9

Jakarta | rakyatmedan.com
Objek benda jatuh dari langit yang ditemukan di Sumenep, Madura, Jawa Timur juga menarik perhatian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Bahkan Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan kalau pihaknya sudah memeriksa benda yang jatuh pada Senin kemarin itu.

“Ada dua objek yang diprakirakan jatuh dan kebetulan melintas di langit Madura. Objek pertama bekas roket Delta 2 PAM-D yang melintas pukul 06.27 WIB dan objek bekas roket Falcon 9 yang melintas pukul 09.21 WIB,” jelas Thomas yang dikutip dari laman Facebook pribadinya, Selasa (27/9).

Jika dilihat waktu peristiwa jatuhnya benda tak dikenal itu, dia berkesimpulan yang jatuh adalah bagian dari Roket Falcon 9.

“Berdasarkan laporan media, kejadiannya sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Maka dugaan kuat objek tersebut adalah sisa roket Falcon 9 tingkat 2,” ujar Thomas.

Roket Falcon adalah milik Space-X, Amerika Serikat, yang telah digunakan mengorbitkan satelit JCSAT 16 pada 14 Agustus 2016.

Dia mengatakan, Lapan dan badan antariksa lainnya dipastikan bisa mengetahui serta memantau jika ada benda atau sampah antariksa yang jatuh mengarah ke bumi. Namun hanya itu yang bisa diketahui, sebab tentang di titik mana benda itu akan jatuh tak bisa diketahui.

“Lapan tidak bisa memastikan titik jatuhnya karena ketidakpastiannya bisa ribuan kilometer. Contoh, sampah antariksa yang jatuh di Bengkulu, prakiraannya jatuh di Jazirah Arab,” jelas Thomas.

Lapan telah menerima dan menyimpan objek sampah antariksa yang jatuh di Indonesia yang hingga kini setidaknya ada tiga objek.

“Ada dua pecahan bekas tabung bahan bakar roket Rusia yang jatuh pada 1981 di Gorontalo dan di Lampung pada 1988. Ada juga pecahan roket China pada 2003 di Bengkulu,” tulis Thomas. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya