Nazaruddin Seret Gamawan Fauzi di Kasus e-KTP

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Nazaruddin Seret Gamawan Fauzi di Kasus e-KTP

Jakarta | rakyatmedan.com
Muhammad Nazaruddin, mantan anggota DPR, menyebut mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Dia pun berharap Komisi Pemberantasan Korupsi bisa terus menindaklanjuti kasus itu.

“Sekarang yang pasti e-KTP sudah ditangani oleh KPK. Kita harus percaya dengan KPK. Yang pasti Mendagrinya harus tersangka,” kata Nazaruddin usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (26/9).

Menurut dia, Gamawan turut menerima gratifikasi terkait proyek e-KTP. Namun, dia enggan menyebutkan bentuk maupun nilai gratifikasi itu. “KPK sudah punya datanya semua, Gamawan terima uang berapa,” jelas dia.

Mantan Bendahara Partai Demokrat itu mengaku tak sembarangan bicara soal mantan anak buah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini. Pasalnya, kata dia, kasus ini juga terbongkar lantaran Nazar juga merupakan whistleblower kasus ini.

“Kan yang laporkan saya yang katanya bohong kan soal KTP kan, sekarang buktinya benar kan ada korupsi di e-KTP senilai 2 T kan,” jelas dia.

Diketahui, KPK sudah dua tahun lebih menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Lembaga Antikorupsi baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini pada 22 April 2014 silam.

Tersangka itu adalah Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Dia berperan sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek ini.

Hingga saat ini, Sugiharto juga belum ditahan karena sakit. Sementara itu, Lembaga Antikorupsi mengaku kini sedang mendalami aliran dana pada kasus ini.

Dalam sengkarut proyek senilai Rp6 triliun itu, negara diduga mengalami kerugian Rp2 triliun. KPK pun sedang mencari siapa saja yang diuntungkan dalam kasus ini.

“Itu si penuntut yang di dalam KPK, teman-teman jaksa, (menanyakan) itu uang segini itu lari ke mana saja,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis, 15 September 2016. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya