Sistem Keamanan Biometrik Terbukti Tidak Aman

Penggunaan sistem keamanan biometrik harus memperhatikan banyak aspek
Penggunaan sistem keamanan biometrik harus memperhatikan banyak aspek

Sistem Keamanan Biometrik Terbukti Tidak Aman

Jakarta | rakyatmedan.com
Seiring berkembangnya teknologi, kejahatan siber pun jumlahnya semakin meningkat. Salah satu kejahatan yang cukup banyak terjadi adalah keahatan pencurian data melalui ATM.

Itulah yang mendorong berbagai bank di seluruh dunia menyusun rencana untuk mengganti ATM yang digunakan saat ini dengan ATM baru yang dilengkapi dengan sistem otentikasi biometrik, seperti sidik jari, iris mata, dan urat nadi. Namun, apakah ATM baru tersebut akan mencegak hacker untuk membobol ATM?

Kaspersky Lab menemukan adanya kelompok hacker yang mulai mencari celah untuk menembus sistem keamanan ATM yang menggunakan biometrik.

Pengamatan Kaspersky Lab terhadap situs underground juga mengindikasikan setidaknya ada dua belas hacker yang menjual sistem skimmer khusus untuk mencuri data sidik jari. Tiga diantaranya bahkan menawarkan sistem untuk menembus otentikasi urat dari dan iris mata.

Selain pada ATM, para hacker juga mulai merencanakan untuk mengincar perangkat mobile untuk mencuri identifikasi wajah seseorang.

Menurut Kaspersky Lab, di salah satu perbincangan situs underground mengungkapkan adanya rencana untuk mengembangkan aplikasi mobile yang memungkinkan penyerang dapat mengambil foto seseorang yang diposting di media sosial dan menggunakannya untuk mengelabui sistem identifikasi wajah.

Pembobolan sistem identifikasi biometrik adalah masalah yang sangat serius. Menurut salah satu peneliti keamanan siber Kaspersky Lab, Olga Kochetova, masalah utama dalam sistem keamanan biometrik adalah ketika sistemnya berhasil dibobol maka data yang dicuri tidak bisa diganti seperti password.

“Masalah utama dengan biometrik adalah, tidak seperti password atau kode pin yang dapat dengan mudah dimodifikasi, mustahil untuk mengubah sidik jari atau iris mata Anda,” ujar Olga. “Oleh karena itu, jika data Anda diretas sekali saja, maka tidak akan aman untuk menggunakan metode otentikasi biometrik lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yang aman.”

Penggunaan alat-alat yang mampu membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker akan terus melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan untuk merebut data yang nantinya dapat digunakan untuk mencuri uang dari bank dan nasabahnya.

portal berita medan
informatif & terpercaya