Tiga Tersangka Kasus Korupsi Bank Sumut Jadi DPO

Foto tiga tersangka kasus korupsi Bank Sumut jadi buronan penyidik Kejati Sumut
Foto tiga tersangka kasus korupsi Bank Sumut jadi buronan penyidik Kejati Sumut.

Tiga Tersangka Kasus Korupsi Bank Sumut Jadi DPO

Medan | rakyatmedan.com
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut tahun 2013. Ketiga tersangka mangkir sebanyak lima kali dari panggilan penyidik.

“Ketiga tersangka tidak punya iktikad baik dimana sudah lima kali mangkir dari panggilan penyidik yakni dua panggilan sebagai saksi dan tiga panggilan sebagai tersangka. Mereka sudah dicari di rumahnya dan sudah tidak berkantor lagi di Bank Sumut,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Bobbi Sandri kepada wartawan, Selasa (27/9).

Tiga tersangka berstatus buron yakni Direktur CV Surya Pratama Haltatif, 52, warga Jalan Balam Nomor 3 Lk XIII Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, dengan surat perintah tugas Nomor 973/N.2.Fd.1/09/2016. Pls PPK Bank Sumut Zulkarnain, 54, warga Jalan Multatuli Lk IV Nomor 83 Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimoon, dengan Nomor 972/N.2.Fd.1/09/2016.

Kemudian mantan Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan, 47, warga Jalan Menteng Indah, Blok D6 Nomor 24 Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, dengan Nomor R-974/N.2.Fd.1/09/2016. Surat perihal bantuan pencarian atau penangkapan tersangka itu ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Bambang Sugeng Rukmono, pada 27 September 2016.

Bobbi meminta agar masyarakat yang mengetahui keberadaan tiga tersangka segera memberikan informasi. Foto dan identitas tiga buronan Kejati Sumut itu disebar melalui media di tempat-tempat umum seperti bandara, pelabuhan, hotel, dan sebagainya.

Sebelumnya, Kejati Sumut juga telah melimpahkan berkas perkara dua dari lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut tahun 2013 ke Pengadilan Tipikor Medan, pada Selasa 20 September 2016. Dua tersangka yakni mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut Muhammad Yahya dan mantan Asisten 3 Divisi Umum Bank Sumut M Jefri Sitindaon.

Dalam kasus ini, pengadaan sewa 294 unit mobil operasional Bank Sumut senilai Rp18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013 diduga bermasalah. Ditemukan penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak didasarkan kontrak. Jumlah kerugian keuangan negara mencapai Rp10,8 miliar yang telah dihitung oleh akuntan publik. (rm-05/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya