Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Pembakaran Gedung DPRD Gowa

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran di kantor DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (26/9).
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran di kantor DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (26/9).

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Pembakaran Gedung DPRD Gowa

Makassar | rakyatmedan.com
Kerja keras aparat kepolisian untuk mengungkap kasus pembakaran dan pengrusakan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuahkan hasil, tujuh orang yang diduga terlibat telah ditangkap, Rabu (28/9).

“Mereka diduga pelaku pembakaran gedung DPRD Gowa sudah tertangkap, jumlahnya tujuh orang, masing-masing MR (14), NA (15), MUS (16), AR (16), MUR (15), MY (17) dan SF (16),” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan, Rabu (28/9).

Berdasarkan hasil rekaman CCTV (closed circuit television) saat terjadinya pembakaran ruang sidang paripurna DPRD Gowa, Senin (26/9), ketujuh orang tersebut melakukan aksinya bersama-sama dengan peran yang berbeda, ada yang menyiram bahan bakar ke lantai dan ada yang melakukan pengrusakan dan penjarahan.

Semula Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan menyebutkan, bahwa pembakaran itu dilakukan lima bocah, setelah dilakukan pendalaman ternyata jumlah mereka bertambah dan usianya pun rata-rata remaja, dua dari mereka telah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran yaitu MAR dan NA.

MAR dan NA diamankan di sel Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, diduga keduanya sebagai pelaku pembakaran yang terbukti menyiram bahan bakar di lantai karpet ruang sidang, sesuai bukti dari hasil rekaman CCTV.

Sedangkan MUS (16), AR (16), MUR (15), MY (17) dan SF (16) yang diduga pelaku pengrusakan dan penjarahan diamankan di Markas Polres Gowa.

Frans Barung mengatakan, pendalaman terhadap kasus ini tengah dilakukan, mereka yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan, polisi belum memastikan siapa dalang dibalik aksi para remaja tersebut.

“Tujuh orang itu sudah diamankan, mereka masih menjalani pemeriksaan, dari situ akan ketahuan apakah ada dalang dibalik pembakaran gedung tersebut,” katanya.

Sementara itu, rusaknya ruang sidang DPRD Gowa menyebabkan aktifitas para wakil rakyat terhenti, untuk melakukan sidang-sidang pembahasan agenda penting akan dipindahkan ke Baruga Karaeng Pattingaloang Kantor Pemda Gowa. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya