Terungkap, Pembunuh Siti Nabiba Ternyata Kekasih Korban

Polrestabes Medan membongkar kasus pembunuhan di kolam bekas galian pasir Deliserdang.
Polrestabes Medan membongkar kasus pembunuhan di kolam bekas galian pasir Deliserdang.

Terungkap, Pembunuh Siti Nabiba Ternyata Kekasih Korban

Medan | rakyatmedan.com
Kasus pembunuhan di kolam bekas penambangan pasir di Jalan Perhubungan Pasar XI Tembung, Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan, Deliserdang, terungkap. Pembunuh siswi SMA Siti Habibah (16), tak lain adalah kekasih korban.

Informasi yang diimpun, pelaku nekat menghabisi nyawa gadis warga Dusun VII, Cemara III, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, itu lantaran sakit hati. Pelaku berinisial ISL (20), warga Jalan Pasar IV Jati, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Tersangka ditangkap tadi pagi pukul 01.00 WIB di bawah Flyover Amplas setelah dilakukan penyelidikan selama 10 hari. Pelaku ini merupakan salah satu pacar korban,” kata Kepala Polrestabes Medan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto, di Markas Polrestabes Medan, Rabu (28/9).

Mardiaz mengatakan, pelaku tega membunuh korban setelah mengetahui kekasihnya itu memiliki hubungan dengan laki-laki lain. Tak terima diduakan, pelaku pun merencanakan pembunuhan.  Aksi sadis itu ia lakukan di dekat kolam bekas galian pasri di Jalan Perhubungan Pasar XI Tembung, Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan, Deliserdang, pada 16 September 2016.

“Korban dijemput dari tempat kerjanya di daerah Batang Kuis lalu dibawa ke TKP salah satu lahan perkebunan milik PTPN II.  Saat itu tersangka langsung mencekik korban hingga lemas. Setelah korban lemas dilakukan pemerkosaan,” kata dia.

Setelah memastikan korban tewas, tersangka kemudian meninggalkan jasad korban di dalam parit. Mayat korban ditemukan seorang pekerja pada Minggu 18 September 2016.

Kepada awak media,  tersangka mengaku membunuh korban setelah sempat bertengkar. “Kami sudah setengah tahun pacaran. Aku sudah curiga dia ada cowok lain. Kuminta HP-nya, ribut kami. Kucekik sampai lemas,” kata ISL.

Selain ISL, polisi juga membekuk lima tersangka lain yang terlibat menjual barang bukti milik korban. Barang bukti itu di antaranya laptop, ponsel, dan sepeda motor pelaku untuk menjemput korban.

Lima pelaku berinisial MAP, KT, JA, JS dan KSN.  Atas perbuatan ISL, ia dijerat Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. (rm-04/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya