Ribuan Buruh Tolak UU Amnesti Pajak

Unjukrasa penolakan UU Amnesti Pajak di Medan, Kamis (29/9).
Unjukrasa penolakan UU Amnesti Pajak di Medan, Kamis (29/9).

Ribuan Buruh Tolak UU Amnesti Pajak
Medan | rakyatmedan.com
Ribuan buruh dari Aliansi Buruh Bergerak-Sumatera Utara (ABB-SU) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, di Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (29/9).

Mereka mengecam kebijakan Pemerintah Joko Widodo yang menerapkan pengampunan pajak atau tax amnesty. Mereka menilai kebijakan itu memihak pada pengusaha dan pemilik modal.

“Tindakan pemerintah saat ini berlaku tidak adil kepada rakyat dan buruh,” kata Koordinator aksi ABB-SU Willy Agus Utomo, Kamis (29/9).

Willy  mengatakan, ini ironis di mana para kapitalis konglomerat kaya pemgemplang pajak malah mendapat pengampunan pajak dari Presiden Jokowi melalui kebijakan Tax Amnesty.

“Tax Amnesty sungguh membuat yang miskin diabaikan, yang kaya disantuni, dan yang lemah dihisap serta ditindas. Yang kuat malah dilindungi,” kata dia.

Massa juga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membatalkan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Mereka menilai peraturan itu bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh, dan Konvensi ILO Nomor 87 tentang Kebebasan Berserikat dan sesuai rekomendasi Panja Upah DPR.

“Kami seluruh buruh juga meminta pemerintah agar menaikkan upah tahun 2017 sebesar Rp650 ribu,” imbuh dia.

Willy menuturkan, negara masih mengeksploitasi secara masif dengan sistem kapitalisme. Tidak hanya mengeksploitasi kekayaan bumi Indonesia tetapi juga mengeksploitasi manusia khususnya kaum buruh di mana Undang Undang Dasar 1945 jelas mengamanatkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Artinya pemerintah menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan yang layak serta penghasilan yang layak untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi kaum buruh,” tutur dia.

Dalam aksi ini, ABB-SU terdiri dari elemen-elemen pergerakan seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Industri (SPI), Serikat Pekerja Berdikari (SP Berdikari), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Ormas Rumah Rakyat Indonesia (Ormas RRI), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Lembaga Bantuan Hukum-Medan (LBH-Medan). Aksi buruh ini diklaim dilakukan serentak di 20 provinsi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polretabes Medan, Komisaris Polisi T Rizal Maulana mengatakan, aksi buruh yang berlangsung di depan kantor Gubernur ini membuat arus lalu lintas macet. Kepolisian terpaksa mengalihkan arus kendaraan untuk sementara.

“Jalan yang kami alihkan seperti Jalan Ponegoro kami alihkan ke Jalan RA Kartini menuju ke Jalan Imam Bonjol,” kata Komisaris Polisi T Rizal Maulana. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya