Perampokan CU Damai Sejahtera Melibatkan Nasabah

Kasubdit III/Jahtanras Poldasu, AKBP Faisal Napitupulu memaparkan pelaku.

Perampokan CU Damai Sejahtera Melibatkan Nasabah

Medan | rakyatmedan.com
Ternyata, aksi perampokan CU Koperasi Damai Sejahtera di Jalan Dame, Medan Amplas dengan kerugian Rp1,9 miliar pada Mei 2015 lalu, diotaki seorang nasabah bernama Thamrin Ompu Sunggu (TOS) yang lebih dahulu tertangkap dan telah diproses hukum.

“Satu orang otak pelakunya sudah menjalani proses hukum di Rutan Tanjung Gusta. Sekarang kita mengejar empat pelaku lagi,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah melalui Kasubdit III/Umum, AKBP Faisal Napitupulu kepada wartawan, Jumat (30/9) siang.

Menurut Faisal, satu tersangka perampokan CU Koperasi Damai Sejahtera telah ditangkap lebih dulu dan kini sedang menjalani proses hokum di Rutan Tanjung Gusta.

Teranyar, Polda Sumut meringkus Barnes Gultom alias Barnes (47) yang kini sedang dalam proses pemberkasan. Sedangkan empat pelaku lagi masih dalam proses penyelidikan.

Kata Faisal, berdasarkan pengakuan tersangka Barnes Gultom, uang dalam brankas hasil rampokan senilai Rp1,9 miliar itu mereka bagi berenam. Uang hasil kejahatan itu digunakan masing-masing tersangka dan pelaku yang belum tertangkap untuk berfoya-foya.

“Uangnya hasil rampokan itu digunakan untuk main perempuan, berjudi dan dugem. Pokoknya untuk foya-foyalah,” sebut Faisal.

Dijelaskannya, aksi perampokan tersebut direncanakan oleh Thamrin bersama lima tersangka lain di rumahnya kawasan Patumbak pada 9 Mei 2015 lalu.

Sebelum beraksi Thamrin yang merupakan otak pelaku dan kini tengah menjalani hukuman atas kasus itu, telah lama mengamati kondisi sekitar lokasi kejadian karena menjadi nasabah di koperasi tersebut.

“Jadi sebenarnya penyelidikan kasus ini sudah lama dilakukan pihak kepolisian. Otak pelaku, TOS lebih dulu ditangkap dan sudah menjalani hukuman di rutan. Tersangka TOS merupakan salah seorang nasabah di koperasi itu. Dia (tersangka) sudah mengamati kondisi lokasi sekitar karena kerap berkunjung sebagai nasabah. Bersama tersangka lain TOS merencanakan perampokan itu di rumahnya,” terang Faisal.

Diungkapkan Faisal, dalam aksinya keenam tersangka yang dua di antaranya berhasil ditangkap dan empat lainnya kini DPO, datang ke lokasi menggunakan mobil jenis Toyota Avanza yang dirental dan dikemudikan tersangka Barnes Gultom, Minggu (10/5) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.

Berbekal sejumlah peralatan seperti parang, linggis dan beberapa perkakas lain, ke lima tersangka di antaranya, TOS, T, S, M dan L yang berperan sebagai eksekutor berhasil masuk ke dalam koperasi setelah menyekap seorang penjaga, Warman Sinaga beserta keluarganya yang tinggal di sekitar lokasi dengan ancaman senjata tajam. Sedangkan tersangka Barnes menunggu di dalam mobil sembari memantau lokasi.

“Mereka ini sudah tau letak berankasnya. Jadi, setelah menyekap penjaga koperasi itu bersama keluarganya, para tersangka  membobol brankas menggunakan linggis. Uang di dalam brankas lalu dipindahkan ke dalam 3 karung goni yang sudah disiapkan. Usai  menggondol uang dalam brankas itu, para tersangka lari ke perumahan Cendana di Ujung Serdang kawasan, Deli Serdang persis di rumah tersangka S untuk membagi rata uang itu,” terang Faisal.

Kata Faisal, tersangka Banres mendapat bagian uang hasil kejahatan sebesar Rp 204 juta dengan tugasnya sebagai pengemudi mobil. Sedangkan 5 pelaku yang merupakan eksekutor membagi rata sisa uang Rp1,9 miliar tersebut.

“Pengakuan tersangka ini (Barnes), dapat Rp204 juta. Sisanya dari uang Rp1,9 miliar itu kemudian dibagi rata lima tersangka lain yang merupakan eksekutor. Sampai saat ini kita masih memburu empat tersangka lain dan masuk daftar pencarian orang (DPO),” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai dugaan adanya keterlibatan orang dalam dari 4 tersangka lain yang kini buron, Faisal mengaku masih mendalami dugaan tersebut sembari melakukan pengejaran.

“Kalau dugaan adanya keterlibatan orang dalam itu juga masih kita dalami karena yang 4 lainnya belum ditangkap. Sejauh ini masih sebatas keterlibatan nasabah yang merupakan otak pelaku,” pungkasnya.

Tersangka Barnes yang belakangan berhasil diamankan terancam dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal kurungan penjara diatas 5 tahun.

Kepada wartawan, Barnes mengaku selain merampok Koperasi Credit Union (CU) Damai Sejahtera, dia juga terlihat pembobolan Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Muamalat Al-Azhar Jalan Simalingkar B.

Namun, meski dua kali berhasil merusak brankas dan membawa uang miliaran rupiah, Barnes akhirnya ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Jalan Gatot Subroto Medan.

“Setelah membagi-bagikan uang itu di rumah pelaku berinisial S alias A, kami langsung berpencar. Aku langsung menikmati uang itu bersama wanita di sejumlah Spa dan di Karaoke,” aku Banres.

Menurut dia, selama dalam pelarian selalu berpindah-pindah karena masih memiliki uang banyak. Namun, setelah uang hasil kejahatannya habis difoya-foyakan Barnes balik ke Medan.

“Uangnya sudah habis, makanya aku kembali ke komplek itu. Ternyata setelah aku kembali Polisi sudah menunggunya dan menangkap aku,” katanya. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya