Prihatin, Medan Belum Miliki BNNK

Aksi unjuk rasa mantan pecandu narkoba yang mendesak pembentukan BNNK di Kota Medan.
Aksi unjuk rasa mantan pecandu narkoba yang mendesak pembentukan BNNK di Kota Medan.

Prihatin, Medan Belum Miliki BNNK
Medan | rakyatmedan.com
Mantan pecandu narkoba yang tergabung dalam Yayasan Aftercare Mantan Pecandu Bangsa, berunjuk rasa di depan kantor Walikota Medan, Jalan Maulana Lubis Medan, Jumat (30/9). Aksi digelar untuk mendesak dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Medan.

Pembina Yayasan Aftercare Mantan Pecandu Bangsa, Robby Effendi Hutagalung mengatakan, pembentukan BNNK merupakan keharusan mengingat tingginya angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Medan.

“Kita heran, begitu maraknya persoalan narkoba di Medan tapi hingga saat ini belum ada BNNK Medan. Kita justru kalah dari kota lain di Sumatera Utara seperti Tebing Tinggi,” ujar Robby.

Menurut Robby pembentukan BNNK merupakan tanggung jawab pemerintah kota. Persyaratan penting untuk pembentukan BNNK Medan yakni harus didukung pemerintah. Mulai dari anggaran, SDM, infrastruktur, dan lainnya.

“Kita ingin itu cepat, kita heran kenapa Pemkot Medan lambat memprakarsai pembentukan BNNK. Sejak tahun 2015 DPRD Kota Medan sudah mendesak, Pemkot Medan pun berjanji akan menindak lanjuti hal ini,” katanya.

Robby menambahkan, BNNK saat ini menjadi satu-satunya lembaga yang dipercaya dalam penanganan kasus-kasus kejahatan narkoba. Hal ini jugalah yang mendorong mereka untuk terus mendesak pembentukan badan tersebut.

Prihatin
Robby Effendi Hutagalung mengaku prihatin dengan Kota Medan yang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK). Padahal, kabupaten/kota lain di sekitar Kota Medan telah memiliki BNNK.

“Yang sudah ada BNN kabupaten dan kota di Sumut, Kabupaten Nias, Serdang Bedagai,  Deli Serdang, Karo,  Langkat, Kota Binjai, dan yang terbaru Kota Tebing Tinggi. Medan, Ibukota Provinsi Sumut kalah dengan daerah lainnya,” ujar Robby.

Bahkan di Indonesia, Medan berada di urutan pertama untuk pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba.

“Perlu dipertanyakan sejauhmana keseriusan Walikota Medan dalam pembentukan BNNK Medan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, kabarnya dalam penilaian yang dilakukan BNN Pusat untuk pembentukan BNNK, Kota Medan kalah tujuh poin dari Kota Tebing Tinggi.
Dalam penilaian tersebut, Medan memperoleh nilai 70 poin sedangkan Tebing Tinggi meraih 77 poin. Dengan hasil itu, akhirnya diputuskanlah pembentukan BNNK Tebing Tinggi.

Menurut para mantan pecandu narkoba ini, BNNK Medan saat ini menjadi satu-satunya lembaga yang mereka percaya dalam penanganan kasus-kasus kejahatan narkoba. Hal ini jugalah yang mendorong mereka untuk terus mendesak pembentukan badan tersebut. (rm-05/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya