Tak Sanggup Bayar Biaya Persalinan, Bayi Sendiri Dijual

Faradiba Auliyah Khumairah, bayi yang dijual orang tuanya untuk biaya persalinan. (Foto: Facebook/Muhamad Andi Aziz)
Faradiba Auliyah Khumairah, bayi yang dijual orang tuanya untuk biaya persalinan. (Foto: Facebook/Muhamad Andi Aziz)

Tak Sanggup Bayar Biaya Persalinan, Bayi Sendiri Dijual

Makassar | rakyatmedan.com
Seorang bayi perempuan yang lahir prematur di RS Universitas Hasanuddin Makassar, terpaksa dijual kedua orangtuanya untuk membayar biaya persalinan.

Diketahui, orangtua bayi bernama Faradiba Auliyah Khumairah itu menunggak biaya persalinan hingga Rp39 juta.

Januar dan Andi Indra Ayu yang merupakan orangtua bayi tersebut, pertama kali memposting foto Faradiba melalui akun Facebook dengan keterangan hendak dijual seharga biaya persalinan.

Dalam postingan tersebut, orangtua Faradiba mengaku telah berupaya maksimal dengan bernegosiasi dengan pihak RS Unhas, namun tak mendapatkan hasil kendati keduanya merupakan peserta BPJS Kesehatan mandiri. Membengkaknya biaya persalinan tersebut lantaran Faradiba lahir prematur dan harus dirawat di dalam inkubator dengan biaya Rp2 juta per harinya.

Orangtua Faradiba semakin gusar lantaran RS Unhas memberi tenggat waktu pelunasan biaya persalinan paling lambat pada Jumat 30 September 2016 pukul 00.00 WITA.

Terpisah, anggota DPRD Makassar Basdir yang mengetahui hal tersebut mengaku sempat berkomunikasi dengan orangtua bayi dan pihak rumah sakit. Dia menyatakan siap membantu persoalan biaya tersebut dengan menggalang dana kemanusiaan.

“Saya sempat menghubungi beberapa kolega, termasuk pak Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal untuk membantu. Alhamdulillah bantuan satu per satu datang,” katanya, Jumat (30/9).

Sementara itu, Humas BPJS Kesehatan Makassar, Hamsir, mengakui jika ibu bayi, Andi Indra Ayu merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, Andi Indra Ayu baru mendaftar kepesertaan setelah melahirkan. Dengan kata lain, kepesertaan tersebut baru berlaku setelah 14 hari proses administrasi.

“Seharusnya sejak di kandungan sudah didaftarkan. Sehingga pada saat lahir langsung dijamin JKN untuk persalinan cesar,” jelasnya. (rm/ant))

portal berita medan
informatif & terpercaya