Kesal! Gunakan Pukat Trawl, Dua Kapal di Langkat Dibakar Massa

Dua boat pukat layang milik warga Desa Kawala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dibakar nelayan penjaring ikan.
Dua boat pukat layang milik warga Desa Kawala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dibakar nelayan penjaring ikan.

Kesal! Gunakan Pukat Trawl, Dua Kapal di Langkat Dibakar Massa

Langkat | rakyatmedan.com
Sebanyak dua kapal motor (boat) pukat layang milik Surya Darma (60), warga Dusun I, Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat didapati sedang menangkap ikan dengan pukat trawl. Hal tersebut membuat nelayan penjaring ikan kesal dan akhirnya membakar kapal tersebut di perairan Kwala Langkat, Sabtu (1/10).

Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut diakibatkan adanya larangan pemerintah tentang alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan, seperti penggunaan pukat layang, pukat langgai dan katrol (trawl).

Selain itu juga, nelayan pukat layang tersebut juga melakukan penangkapan di kawasan nelayan penjaring, sehingga puluhan boat nelayan penjaring merazia dan menangkap boat pukat layang kemudian membakar 2 boat itu.

Kasat Polair Polres Langkat AKP Maladirman ketika dikonfirmasi, membenarkan peristiwa itu.

“Ada dua boat nelayan pukat layang berukuran 20 kaki bermesin dompeng 23 dibakar masa nelayan penjaring ikan yang berasal dari bebera desa, termasuk dari Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura,” sebut Maladirman.

Menurut Maladirman, pukat layang, langgai dan katrol atau trawl dilarang untuk beroperasi lagi.

Hal serupa juga diutarakan, Kepala Dinas Perikanan Langkat, Subiato. Menurutnya, pukat layang itu dilarang beroperasi lagi. Pelarangan Jaring Trawl sudah jelas dituangkan dalam Keppres No.39 tahun 1980 tentang Penghapusan Jaring Trawl. Dengan adanya Keppres tersebut, maka semua Jaring Trawl tidak bisa lagi beroperasi di seluruh perairan Indonesia.

Pukat langgai (pukat dorong), pukat layang dan pukat trawl yang ditarik dengan 2 kapal, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.02 Tahun 2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) termasuk Pair trawls dilarang untuk dioperasikan di seluruh wilayah WPPNRI.

Alat tangkap ikan trawl, langgai dan pukat layang yang ditarik dengan 2 kapal, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.06 Tahun 2010 tentang Alat Penangkapan Ikan di WPPNRI merupakan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan yang tidak selektif serta beroperasi di jalur penangkapan I (0-4 Mil), sehingga menimbulkan konflik dengan nelayan kecil. (rm-05)