Kenaikan Cukai Rokok Bakal Seret Inflasi

Seorang buruh sedang menjemur tembakau. (foto ant: Aditya Pardana Putra)
Seorang buruh sedang menjemur tembakau. (foto ant: Aditya Pardana Putra)

Kenaikan Cukai Rokok Bakal Seret Inflasi
Jakarta | rakyatmedan.com
Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok bakal berpengaruh terhadap tingginya inflasi. Meski akan dinaikkan di tahun depan, namun dampak inflasinya mulai terasa menjelang akhir tahun.

“Tentu akan berpengaruh,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto menuturkan, cukai rokok bakal meningkatkan harga rokok. Sedangkan harga rokok, memberi andil besar terhadap laju inflasi.

September 2016 ini misalnya, harga rokok yang mulai naik akibat isu kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu/bungkus memberi andil paling besar terhadap kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,34 persen.

“Kan inflasi bulanannya (September 2016) 0,22 persen. Rokok di kelompok pengeluaran itu, khususnya rokok filter, andil inflasinya paling tinggi sebesar 0,02 persen. Sedangkan andil kelompok makanan, tembakau, dan rokok bulan ini 0,06 persen,” beber Kecuk.

Kendati demikian, Kecuk belum mengkalkulasi seberapa besar dampak kenaikan cukai rokok terhadap laju inflasi. Sehingga, hingga saat ini tidak ada estimasti pasti, seberapa besar kedua komponen itu menganggu upaya pemerintah menstabilisasi laju inflasi.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok pada 2017 rerata sebesar 10,54 persen. Kenaikan cukai rokok untuk tahun depan itu lebih rendah ketimbang kenaikan di tahun ini sebesar 11,33 persen persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati beralasan bahwa selain mengendalikan konsumsi rokok, kenaikan cukai tersebut juga untuk menekan peredaran rokok ilegal. Hal itu penting dilakukan karena erat kaitannya dengan tingkat kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, kenaikan cukai ini juga untuk meningkatkan penerimaan negara, sebab hingga tahun ini kontribusi cukai terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 baru sebanyak 11,72 persen atau meningkat 0,04 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 11,68 persen. (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya