Tiga Jamaah Haji Indonesia Ditahan di Madinah, Bawa Uang Rp5,4 M untuk Apa?

Ketiga jamaah haji Indonesia saat akan diperiksa di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi.
Ketiga jamaah haji Indonesia saat akan diperiksa di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi.

Tiga Jamaah Haji Indonesia Ditahan di Madinah, Bawa Uang Rp5,4 M untuk Apa?

Madinah | rakyatmedan.com
Tiga jamaah haji Indonesia dari SUB 39 terpaksa berurusan dengan imigrasi, saat jelang kepulangannya di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi.

Mereka dimintai keterangan lantaran diduga membawa uang, yang jika dijumlahkan sekitar Rp5,4 miliar. Uang tersebut terbagi dalam tiga mata uang, yaitu dolar Amerika, Euro, dan Riyal.

Menurut Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.30 waktu Arab Saudi. Saat itu, ketiganya masuk pemeriksaan X-Ray Gate Zero Bandara AMAA Madinah.

“Pemilik uang adalah Ansharul Adhim Abdullah. Uang dititipkan kepada Sri Wahyuni Rahayu, istri dari Ansharul Adhim Abdullah dan Rochmat Kanapi Podo,” ujar Agus Maftuh di Madinah, Senin (3/10).

Agus menjelaskan, ketika masuk di pemeriksaan X-Ray Gate Zero Bandara Madinah, Rochmat Kanapi Podo ditahan petugas imigrasi. Setelah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP), uang yang ditaruh di celana dalam tersebut milik Asharul Adhim Abdullah. Usai dihitung, uang itu berjumlah 20 ribu Euro.

Sri Wahyuni Rahayu juga ditahan ketika melewati X-Ray Gate Zero, karena kedapatan uang yang disembunyikan dalam pakaian dalamnya. Awalnya dia tidak mengaku, tapi setelah diperiksa ternyata ia juga membawa uang yang cukup banyak.

“Jika ditotal uang yang dibawa Rochmat dan Sri Wahyuni sekitar Rp2 miliar,” jelas dia.

Selanjutnya, ketiga jamaah haji tersebut di-BAP oleh petugas imigrasi dengan didampingi seorang petugas Daker Airport. Ketiganya kemungkinan akan ditahan di Madinah dalam beberapa hari ke depan.

Untuk Kegiatan Sosial
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam menjelaskan, uang itu merupakan pemberian seseorang di Riyadh. Rencananya akan digunakan untuk kegiatan sosial di Indonesia.

“Uang tersebut diberikan untuk pembangunan masjid, anak yatim, dan yayasan lain,” ujar Nurul Badruttamam.

Saat diperiksa imigrasi, kata dia, ketiga jamaah tersebut tidak dapat memberikan tanda bukti atas pemberian uang itu. Hal ini yang membuat mereka harus berurusan dengan aparat setempat.

“Ditambah dari donaturnya tidak ada keinginan untuk memberikan keterangan. Ini yang sulit,” ucap Nurul.

Meski begitu, petugas haji Indonesia akan terus mengawal kasus ini. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kedubes RI untuk Arab Saudi dan Konjen RI di Jeddah. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya