Dipicu Gadai Sepedamotor, Rusli Tewas Ditikam Bertubi-tubi

Ilustrasi
Ilustrasi

Dipicu Gadai Sepedamotor, Rusli Tewas Ditikam Bertubi-tubi

Medan | rakyatmedan.com
Dipicu gadai sepedamotor, Rusli (43), warga Jalan Melur XVII, Pasar VII Bengkel, Desa Sambirejo Timur, Percut Sei Tuan tewas bersimbah darah dibunuh tak jauh dari rumahnya, Rabu (5/10). Aksi pembunuhan itu terjadi Selasa (4/10) sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula, pelaku berinisial JG, warga Jalan Flamboyan, Pasar VII Makmur Ujung, Desa Sambirejo Timur, Percut Sei Tuan menggadaikan sepedamotor Honda Beat, miliknya kepada korban senilai Rp1,7 Juta dan pelaku berjanji secepatnya akan menebus sepedamotor tersebut kepada korban.

Namun seiring berjalannya waktu, korban yang membutuhkan uang mendesak pelaku agar secepatnya menebus sepedamotor itu. Tapi pelaku selalu saja berjanji kepada korban dengan alasan belum mempunyai uang untuk menebus sepedamotornya. Dikarenakan korban terdesak kebutuhan ekonomi, lalu korban menggadaikan kembali sepedamotor itu ke orang lain (pihak ketiga) dengan nilai lebih dari Rp2 juta.

Tak lama pasca sepedamotor itu digadaikan korban ketangan pihak ketiga, disitu pelaku tiba-tiba datang menemui korban hendak menebus sepedamotornya. Lalu korban menceritakan kepada pelaku jika sepedamotornya telah digadaikan ke orang lain. Mendengar itu JG (pelaku) langsung emosi dan menyuruh korban secepatnya untuk mengambil sepedamotor itu.

Lantaran korban belum mempunyai uang meski uang yang diberi pelaku senilai Rp1,7 Juta sedangkan sepedamotor yang digadaikan korban kembali ketangan orang lain senilai Rp2 juta lebih, sehingga korban berjanji kepada pelaku secepatnya akan menebus sepedamotor itu kembali. Namun setelah ditunggu-tunggu beberapa hari dari hari yang telah dijanjikan, korban tak kunjung menebus sepedamotor itu.

Akhirnya dipicu persoalan sepedamotor itu, pelaku merasa jengkel hingga emosi lalu mengancam hendak membunuh korban jika sepedamotornya tidak juga ditebus. Tepatnya, Selasa malam dengan menaiki sepeda dan membawa sebilah pisau yang telah dipersiapkan untuk membunuh korban, pelaku mendatangi rumah korban guna kembali menanyakan sepedamotornya.

Disitu pelaku dan korban bertemu persis didalam gang dan terlibat cek-cok mulut. Karena mendapatkan jawaban yang sama dari korban sepedamotor itu belum juga ditebus, pelaku langsung gelap mata. Didalam gang itu, korban langsung ditikam bertubi-tubi oleh pelaku dengan pisau yang dibawanya. Lalu kepala korban ditebas hingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika korban meregang nyawa dilokasi kejadian.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, sayang tak mampu berbuat banyak diduga takut. Usai menghabisi nyawa korban, lalu pelaku pergi meninggalkan lokasi. Atas peristiwa itu, warga sekitar langsung datang memadati lokasi dan tak lama berselang disusul petugas polisi Polsek Percut Sei Tuan yang mendapatkan informasi datang kelokasi kejadian.

Dilokasi polisi langsung melakukan olah tempat kejadian dan mengamankan barang bukti sepeda milik pelaku serta pakaian dan sandal yang dikenakan korban sebelum akhirnya korban dievakuasi kerumah sakit Bhayangkara Medan, untuk di autopsi guna kepentingan pihak kepolisian selanjutnya.

Mitra, warga dilokasi saat diwawancarai wartawan terkait peristiwa pembunuhan itu, jika dirinya mengatakan tidak mengetahui persis peristiwa itu terjadi.

“Saya tahunya mereka tengah berdebat cek-cok mulut atas sepedamotor yang digadaikan pelaku. Tiba-tiba kami dihebohkan karena korban ditikam sampai mati. Selanjutnya saya tidak tahu persis seperti apa cara pelaku menghabisi nyawa korban,” terangnya.

Sementara, Kapolsek Kompol Lesman Zendrato, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa jenazah korban malam itu juga dievakuasi kerumah sakit Bhayangkara, Medan. Sedangkan untuk motif dari pelaku diduga dipicu karena gadai sepedamotor.

“Identitas pelaku sudah kita ketahui dan saat ini pelaku tengah dalam pengejaran polisi,” ujar Lesman. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya