Kasus Dwelling Time, Kantor Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Digeledah

Suasana di depan Kantor DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia di Medan saat polisi menggeledah
Suasana di depan Kantor DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia di Medan saat polisi menggeledah.

Kasus Dwelling Time, Kantor Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Digeledah

Medan | rakyatmedan.com
Polisi menggeledah Kantor DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) di Medan. Penggeledahan terkait kasus pungutan liar dwelling time di Pelabuhan Belawan.

Puluhan polisi mendatangi kantor berlantai dua yang berlokasi di Jalan Syekh Wahab Rokan Nomor 50, Medan, Kamis (6/10). Kedatangan polisi dipimpin Kepala Tim Khusus Polda Sumut AKBP Sandy Sinurat.

“Ini mencari beberapa dokumen terkait proses bongkar muat di Belawan,” kata Sandy di Kantor DPW APBMI.

Sandy mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah Polda menetapkan dua tersangka dalam kasus pungutan liar dwelling time di Belawan. Kedua tersangka itu dianggap bertanggung jawab karena memperlambat proses bongkar muat di Belawan.

Sandy menegaskan, penggeledahan penting untuk membongkar kasus tersebut. Selain Kantor DPW APBMI, polisi juga akan mendatangi beberapa lokasi.

“Masih ada beberapa lokasi lain yang akan kita datangi,” ungkapnya.

Tiga hari lalu, Tim Khusus gabungan Mabes Polri dan Polda Sumut menangkap dua orang. HPM dan P yang diduga menjadi aktor di balik lambatnya proses dwelling time di Belawan.

Waktu bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Belawan menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden menilai dwelling time di Belawan terbilang lama yaitu 6 sampai dengan 7 hari. Seharusnya, proses bongkar muat hanya memakan waktu paling lama 3 hari.

Lantaran itu, Presiden meminta Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengusut penyebab proses bongkar muat menjadi lebih lama. Menjawab permintaan Presiden, Polda Sumut dan Polri pun membekuk dua tersangka pungutan liar dwelling time di Belawan. (rm-05//mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya