Kasus Dwelling Time, Poldasu Sebut Pelindo dan Bea Cukai belum Disentuh

Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto didampingi Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah, Dirkrimsus Polda Sumut.
Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto didampingi Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah, Dirkrimsus Polda Sumut.

Kasus Dwelling Time, Poldasu Sebut Pelindo dan Bea Cukai belum Disentuh

Medan | rakyatmedan.com
Polda Sumatera Utara mengaku belum menyentuh instansi terkait masa bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Belawan. Beberapa instansi di antaranya Pelindo, Syahbandar, Karantina, dan Bea Cukai.

Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Parwoto mengatakan, tim gabungan masih fokus menangani dugaan pungutan liar dalam dwelling time.

“Namun penyelidikan belum menyentuh instansi-instansi itu. Kami masih melakukan penyelidikan yang mendalam. Nanti kami laporkan hasil penyelidikannya,” kata Adhi di Markas Polda Sumut, Kamis (6/10).

Penyelidikan kasus, lanjut Adhi, melibatkan 63 personel. Adhi berperan sebagai Ketua Tim Satgas Khusus penyelidikan kasus.

Tiga hari lalu, Tim Khusus gabungan Mabes Polri dan Polda Sumut menangkap dua orang. HPM dan P yang diduga menjadi aktor di balik lambatnya proses dwelling time di Belawan.

Waktu bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Belawan menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden menilai dwelling time di Belawan terbilang lama yaitu 6 sampai dengan 7 hari. Seharusnya, proses bongkar muat hanya memakan waktu paling lama 3 hari.

Lantaran itu, Presiden meminta Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengusut penyebab proses bongkar muat menjadi lebih lama. Menjawab permintaan Presiden, Polda Sumut dan Polri pun membekuk dua tersangka pungutan liar dwelling time di Belawan. (rm-05/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya